Biografi Tokoh Dunia: Pocahontas, Pendamai Suku Indian dengan Inggris - Kompas.com

Biografi Tokoh Dunia: Pocahontas, Pendamai Suku Indian dengan Inggris

Kompas.com - 16/11/2018, 18:57 WIB
Potret Pocahontas dalam pakaian Eropa ketika berusia 21 tahun. Dia meninggal beberapa bulan kemudian. (BBC) Potret Pocahontas dalam pakaian Eropa ketika berusia 21 tahun. Dia meninggal beberapa bulan kemudian. (BBC)

KOMPAS.com - Pocahontas, namanya begitu dikenal oleh sebagian orang sebagai salah satu karakter putri karya Walt Disney.

Namun di dunia nyata, Pocahontas sungguh ada. Kisah kehidupannya yang pendek namun kuat telah terkubur begitu lama dalam balutan mitos sejak abad ke-17.

Dia merupakan perempuan yang memupuk perdamaian antara penjajah Inggris dan penduduk asli Amerika.

Pocahontas menjalin hubungan dengan para pemukim itu di Koloni Jamestown di Virginia, dan akhirnya menikahi salah satu dari mereka.

Kehidupan awal

Pocahontas bukanlah nama aslinya, melainkan Amonute, dan memiliki nama lebih privat lagi sebagai Matoaka.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Johannes Kepler, Pencetus Hukum Gerak Planet

Dia lahir pada 1596. Diberi julukan "Pocahontas" yang berarti main-main karena sifatnya yang aneh dan rasa ingin tahunya yang begitu besar.

Dia merupakan putri kesayangan dari Wahunsenaca atau Powhatan, seorang penguasa tangguh lebih dari 30 suku berbahasa Algonquian dan sekitar wilayah yang nantinya diklaim sebagai Jamestown, Virginia.

Penguasa Powhatan memimpin populasi sekitar 25.000 orang. Orang Indian Powhatan menyebut tanah air mereka sebagai "Tsenacomoco".

Tak ada yang tahu tentang ibu Pocahontas. Namun, beberapa sejarawan berpendapat kemungkinan sang ibu meninggal saat melahirkan.

Pocahontas mempelajari banyak hal berkaitan dengan tugas-tugas perempuan. Yang tak kalah penting lainnya, dia harus mengumpulkan tanaman yang dapat dimakan.

Pocahontas menyelamatkan nyawa Kapten John Smith. (Library of Congress) Pocahontas menyelamatkan nyawa Kapten John Smith. (Library of Congress)
Dia perlu mengindentifikasi berbagai jenis tanaman berguna dan harus mempu mengenali tanaman dari semua musim.

Semua keterampilan itu dibutuhkan ketika dia menjadi seorang perempuan dewasa.

Dia mempelajari seluruhnya saat berusia sekitar 13 tahun, yang merupakan rata-rata anak-anak Powhatan telah mencapai masa pubertas.

John Smith

Menginjak usia 10 atau 11 tahun, untuk pertama kalinya Pocahontas berkenalan dengan para kolonis yang menetap di wilayah Chesapeake Bay pada 1607.

Namun, Pocahontas dan ayahnya tidak bertemua dengan pria Inggris sampai pada musim dingin 1607.

Saat itu, Kapten John Smith ditangkap oleh saudara Powhatan, Opechancanough.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Pangeran Charles, Pewaris Takhta Kerajaan Inggris

Lalu apa yang terjadi selanjutnya tidak akan pernah memisahkan Pocahontas dengan Smith. Dalam catatan pemimpin kolonial itu, setelah dia ditawan, Smith menulis tentang dirinya yang dibawa ke hadapan Powhatan.

Dua batu besar ditempatkan di tanah dan kepala Smith berada di atasnya. Seorang pasukan bersiap untuk mengangkat gada untuk menghancurkan otaknya.

Pocahontas bergegas masuk dan meletakkan kepalanya di atas kepala Smith untuk menghentikan eksekusi.

Lukisan yang menggambarkan Pocahontas. (Wikipedia) Lukisan yang menggambarkan Pocahontas. (Wikipedia)
Namun, peristiwa itu masih diperdebatkan selama berabad-abad. Satu teori menyebut, Smith mungkin salah memahami apa yang dia lihat dengan meyakininya sebagai eksekusi.

Padahal, itu kemungkinan hanya bagian dari upacara adat yang tidak berbahaya.

Powhatan memberi tahu Smith bahwa dia merupakan bagian dari suku.

Sebagai imbalan atas dua senjata dan batu asah, Powhatan memberikan Capahowasick (di Sungai York) kepada Smith dan selamanya akan dianggap sebagai putranya, Nantaquoud.

Smith kemudian diizinkan untuk meninggalkan Werowocomoco.

Pembebasan tahanan

Setelah Smith kembali ke Jamestown, Kepala Suku Powhatan mengirim hadiah makanan kepada penduduk Inggris yang kelaparan.

Biasanya, Pocahontas menemani para utusan yang mengantarkan makanan itu.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Stan Lee, Sang Kreator Pahlawan Super Marvel

Pocahontas merupakan simbol perdamaian bagi Inggris. Suatu hari ketika berkunjung ke benteng, dia terlihat menggandeng anak-anak orang Inggris dan bermain dengan mereka.

Koloni Inggris menyadari jika Pocahontas merupakan putri kesayangan Powhatan sehingga dia dipandang sebagai orang penting.

Pada suatu kesempatan, dia dikirim untuk negosiasi pembebasan tahanan. Menurut catatan Smith, Pocahontas yang akhirnya membebaskan mereka.

Seiring berjalannya waktu, hubungan antara Indian Powhatan dan Inggris mulai memburuk.

Penahanan dan pernikahan

Smith kembali ke Inggris pada 1609, dan sejak itu pula hubungan antara koloni dan Powhatan memburuk. Penduduk Inggris mengatakan kepada Pocahontas bahwa Smith telah meninggal.

Kekurangan pangan dan kekeringan melanda wilayah tersebut pada 1608 hingga 1609 membuat kolonis membakar desa-desa suku Indian.

Sejak itu, Pocahontas berhenti mengunjungi Jamestown.

Pada 1610, dia menikahi Kocoum dan menetap di wilayah Potomac. Kemudian, dia ditawan ketika Kapten Samuel Argall mengundangnya mengunjungi bendahara kapal.

Pocahontas dibawa ke Jamestown sebagai tebusan karena koloni menginginkan jagung, pembebasan penahanan, dan barang-barang curian, serta perdamaian.

Pernikahan Pocahontas dengan John Rolfe, karya Geo Spohn. (Britannica) Pernikahan Pocahontas dengan John Rolfe, karya Geo Spohn. (Britannica)
Pocahontas dipindahkan dari Jamestown ke permukiman kedua Inggris di Henrico. Pada Juli 1613, dia bertemu duda bernama John Rolfe, seorang kolonis terkemuka.

Dia menerima pinangan Rolfe. Gubernur Virginia Sir Thomas Dale dan Kepala Suku Powhatan menyetujui pernikahan itu.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Billie Jean King, Mantan Petenis Nomor Satu Dunia

Pada 5 April 1614, pernikahan keduanya dipandang oleh semua orang sebagai peristiwa perdamaian yang dikenal sebagai Perdamaian Pocahontas.

Kemudian, dia juga dibaptis dengan nama Rebecca.

Rolfe membantu menyelamatkan koloni Virginia dengan mempromosikan penanaman tembakau dengan bantuan istrinya.

Ke Inggris

Keluarga Rolfe pergi ke Inggris pada 1616. Pocahontas, yang dikenal sebagai "Lady Rebecca Rolfe," juga ditemani oleh belasan pria dan perempuan Powhatan.

Setibanya di Inggris, Pocahontas menghadiri acara di mana dia duduk di dekat Raja James I dan Ratu Anne.

Akhirnya, keluarga Rolfe pindah ke pedesaan Brentford. Di sana, Pocahontas akan bertemu Kapten John Smith lagi.

Smith tidak melupakan Pocahontas dan bahkan menulis sepucuk surat kepada Ratu Anne yang menjelaskan semua yang telah dilakukannya untuk membantu Inggris di tahun-tahun awal berada di Jamestown.

Pocahontas sudah berada di Inggris selama berbulan-bulan, sebelum Smith akhirnya mengunjunginya.

Kematian

Pada Maret 1617, keluarga Rolfe siap kembali ke Virginia. Namun, usai bepergian menyusuri Sungai Thames, Pocahontas yang sakit parah harus dibawa ke daratan.

Di kota Gravesend, Pocahontas meninggal karena penyakit yang belum diketahui.

Banyak sejarawan meyakini dia menderita penyakit pernapasan, seperti pneumonia, sementara yang lain berpendapat dia bisa meninggal karena disentri.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Martin Luther, Tokoh Reformasi Protestan

Pocahontas yang baru berusia sekitar 21 tahun dimakamkan di Gereja St. George pada 21 Maret 1617.

John Rolfe kembali ke Virginia, tetapi meninggalkan Thomas yang masih muda dengan kerabatnya di Inggris. Dalam kurun waktu setahun, Powhatan juga meninggal dunia.

Selanjutnya, Perdamaian Pocahontas mulai perlahan memudar dan semenjak itu, kehidupan sukunya tidak akan pernah sama lagi.


Terkini Lainnya


Close Ads X