Kompas.com - 16/11/2018, 08:57 WIB
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (kiri) bertemu dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat Steven Mnuchin di Riyadh, Senin (22/10/2018). (Twitter/Kementerian Luar Negeri Saudi) Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (kiri) bertemu dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat Steven Mnuchin di Riyadh, Senin (22/10/2018). (Twitter/Kementerian Luar Negeri Saudi)

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pemerintah AS telah menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap 17 warga Saudi yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Khashoggi, termasuk sejumlah pembantu utama Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Sanksi diumumkan Kamis (15/11/2018), tak lama setelah jaksa penuntut umum Arab Saudi mengabarkan bahwa lima pejabat mereka yang terlibat pembunuhan Khashoggi akan menghadapi ancaman hukuman mati.

"Sejumlah pejabat Saudi yang kami jatuhi sanksi adalah mereka yang terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi."

"Mereka yang menargetkan dan secara kejam membunuh seorang jurnalis yang tinggal dan bekerja di Amerika Serikat harus mendapat konsekuensi atas tindakan mereka," kata Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin.

Baca juga: AS: MBS Tak Terlibat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Sebanyak 17 warga Saudi yang dijatuhi sanksi oleh AS tersebut termasuk Saud Al-Qahtani dan Maher Mutreb, pembantu utama Putra Mahkota Mohammed bin Salman, serta Mohammed Alotaibi, yang merupakan konsul jenderal di konsulat Istanbul saat Khashoggi dibunuh.

Departemen Keuangan AS menyebut Qahtani, yang juga tangan kanan Pangeran Mohammed sebagai bagian dari yang merencanakan dan melaksanakan operasi pembunuhan Khashoggi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun tidak ada sanksi yang ditujukan kepada Putra Mahkota Mohammed, yang oleh pemerintah Saudi ditegaskan tidak terlibat dalam kasus pembunuhan jurnalis itu.

Sanksi ekonomi yang dijatuhkan AS di antaranya membekukan seluruh aset objek dalam daftar hitam yang ada di bawah yurisdiksi AS. Selain itu juga melarang warga maupun perusahaan AS melakukan hubungan bisnis dengan mereka.

Mnuchin menambahkan, Washington akan terus menekan Riyadh agar melanjutkan proses penyelidikan demi terungkapnya kasus ini dan didapatkan keadilan.

"Amerika Serikat akan terus berupaya memastikan semua fakta dan semua yang berada di balik pembunuhan ini untuk bertanggung jawab demi dicapainya keadilan bagi tunangan, anak-anak, dan keluarga yang ditinggalkan Khashoggi," ujarnya dalam pernyataan.

Baca juga: Saudi Akui Jamal Khashoggi Dimutilasi di Dalam Gedung Konsulat

Sebelumnya, kantor jaksa penuntut Arab Saudi telah mengumumkan bahwa mereka menahan 21 orang dan menjatuhkan dakwaan kepada 11 dari mereka, terkait kasus pembunuhan Khashoggi.

Lima di antara mereka kemungkinan akan menghadapi ancaman hukuman mati. Demikian dilansir dari AFP.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.