Gara-gara Pizza, Presiden Islandia Minta Maaf kepada Rakyat Kanada

Kompas.com - 15/11/2018, 18:24 WIB
Hawaiian pizza. ShutterstockHawaiian pizza.
|

REYKJAVIK, KOMPAS.com - Salah satu topping pizza yaitu Hawaiian ternyata bisa memicu perdebatan tak hanya di rumah dan restoran tetapi di dunia.

Topping yang dianggap kontroversial karena menggunakan nanas itu bahkan memicu perdebatan diplomati pada 2017.

Perselisihan itu dipicu ketika warga Kanada mengecam Presiden Islandia Gudni Johannesson karena dianggap menghina rasa Hawaiian pizza.

Baca juga: Pria Pengantar Pizza Gagalkan Penyekapan Seorang Wanita


Sekitar 1,5 tahun setelah insiden itu, Presiden Johannesson meminta maaf atas perkataannya. Dia mengaku, jabatannya sebagai presiden kemungkinan telah membuatnya lupa diri.

"Itu adalah ketika pengaruh jabatan menyelimuti saya. Saya melangkah terlalu jauh," ujar Johannesson kepada Carol Off dalam wawancara untuk memperingati 50 tahun acarara As It Happens di radio CBC.

Kontroversi itu dimulai pada Februari 2017, ketika Johanesson terlibat dalam sesi tanya jawab dengan sejumlah pelajar Kanada.

Menjawab pertanyaan seorang pelajar tentang pizza, Johannesson mengatakan dia ingin melarang topping Hawaiian.

Padahal topping yang menggunakan nanas itu adalah karya yang diklaim juru masak asal Ontario, Sam Panopoulos yang meninggal dunia pada 2017.

Ternyata komentar itu membuat banyak warga Kanada marah, termasuk saat itu Sam Panopoulos.

"Dia seharusnya paham. Saya yakin dia jauh lebih muda dari saya dan saya menciptakan pizza ini ketika masih amat muda, Anda tahu kan maksud saya?" kata Sam kepada CBC.

Bahkan, PM Justin Trudeau ikut terlibat dalam keributan itu. Lewat akun Twitternya Trudeau mendeklarasikan dirinya sebagai bagian dari #TeamPineapple.

Trudeau juga memuji pizza itu sebagai penganan hasil kreasi Ontario yang amat lezat.

Skandal pizza ini mendapatkan banyak perhatian sehingga Johannesson harus mengeluarkan pernyataan susulan.

"Saya suka nanas, saya juga suka pizza. Saya tak punya kuasa untuk membuat aturan yang melarang seseorang meletakkan nanas di atas pizza. Saya tak ingin tinggal di negara seperti itu," kata dia.

Johanesson kemudian menawarkan topping kontroversial lainnya yaitu dengan menaruh berbagai makanan laut.

Namun, ide Johannessonini malah dikecam Sam Panopoulos karena dianggap mempromosikan industri perikanan Islandia.

Pekan ini kepada Carol Off, Johannesson kembali menyatakan ketidaksukaannya terhadap pizza dengan topping nanas.

Baca juga: Pizza Panjang Jadi Kue Ulang Tahun Paus Fransiskus

Namun, Johannesson menegaskan, kebebasan individu untuk memilih topping apapun lebih penting dari segalanya.

Carol sempat mengatakan, Johannesson "plin plan" dalam mengutarakan pendapatnya soal pizza ini. Namun, dia membantah.

"Ini namanya berubah pikiran. Apa yang salah saat seseorang berubah pikiran?" tanyanya.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X