Warga Rohingya Menolak Dipulangkan, Proses Repatriasi Kembali Batal

Kompas.com - 15/11/2018, 16:36 WIB
Warga pengungsi Rohingya menggelar aksi demonstrasi di dekat perbatasan Bangladesh, menolak rencana repatriasi ke Myanmar, Kamis (15/11/2018). AFP / DIBYANGSHU SARKARWarga pengungsi Rohingya menggelar aksi demonstrasi di dekat perbatasan Bangladesh, menolak rencana repatriasi ke Myanmar, Kamis (15/11/2018).

DHAKA, KOMPAS.com - Hari pertama pemulangan warga Rohingya dari kamp pengungsi di Bangladesh kembali batal terlaksana setelah ratusan penduduk yang dijadwalkan untuk dipulangkan Kamis (15/11/2018), menolak dan menggelar demonstrasi.

Ratusan warga pengungsi Rohingya tersebut menggelar aksi memprotes pemulangan di dekat perbatasan Myanmar.

"Kami tidak akan pergi," kata warga Rohingya yang ikut dalam aksi demonstrasi.

Pada Kamis (15/11/2018) ini, seharusnya sebanyak 150 warga Rohingya pertama yang masuk dalam daftar yang telah disetujui pemerintah Myanmar, dikirim kembali ke kampung halaman mereka di Rakhine.

Namun tidak satu pun dari mereka menyatakan bersedia dipulangkan, bahkan tidak ada yang muncul saat tiba waktunya pemulangan.

Baca juga: Wapres AS: Persekusi terhadap Rohingya Tak Termaafkan

Para tokoh Rohingya mengatakan banyak dari warga yang ada dalam daftar 2.260 orang yang akan direpatriasi telah kabur atau bersembunyi ke kamp pengungsi lain.

Komisioner pengungsi Bangladesh yang sudah berada di titik transit perbatasan untuk menyerahan pengungsi tidak menemukan ada warga Rohingya yang hadir untuk diangkut oleh bus dan melintas ke Myanmar.

Lima bus yang telah menunggu pada akhirnya tidak dapat membawa satu pun pengungsi melintasi perbatasan.

"Mereka membunuh dua anak laki-laki saya. Saya melarikan diri ke Bangladesh bersama dua anak lainnya."

"Tolong jangan kirim kami kembali. Mereka akan membunuh sisa keluarga saya yang lain," kata Tajul Mulluk (85), salah satu warga Rohingya yang ada di daftar repatriasi.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X