Tanzania DO Siswi yang Hamil, Bank Dunia Batalkan Bantuan Rp 4 Triliun

Kompas.com - 15/11/2018, 16:09 WIB
Presiden Tanzania John Pombe Magufuli Via standardmedia.co.kePresiden Tanzania John Pombe Magufuli

DAR ES SALAAM, KOMPAS.com - Bank Dunia memutuskan untuk mencabut pinjaman sebesar 300 dollar Amerika Serikat (AS), atau Rp 4,3 triliun dari Tanzania.

Penarikan itu terjadi sejak pemerintah Tanzania memberlakukan kebijakan mengeluarkan murid perempuan jika kedapatan hamil di luar nikah.

The Guardian memberitakan Kamis (15/11/2018), praktik mengeluarkan siswi yang hamil dari sekolah sudah terjadi sejak beberapa dekade silam.

Baca juga: UE Panggil Dubes Tanzania Terkait Perburuan Kaum Gay

Human Rights Watch membeberkan pada Februari 2017, setiap tahun ada sekitar 8.000 siswa yang dikeluarkan dengan total ada 1,5 juta anak yang tak sekolah.

Kebijakan itu menjadi lebih ketat sejak Presiden John Magufuli berkuasa di 2015. Sejumlah sekolah bahkan menggelar tes kehamilan kepada siswanya.

Presiden Magufuli melebarkan kebijakannya dengan mengumumkan pada Juni, setiap siswi tak diperbolehkan kembali ke sekolah setelah mereka melahirkan.

Sumber internal Bank Dunia menuturkan, kebijakan mengeluarkan siswi karena hamil jadi alasan mereka menarik bantuan dari Tanzania.

Juru bicara Bank Dunia menjelaskan, mereka mendukung kebijakan yang mendesak setiap perempuan untuk mendapatkan pendidikan.

Mereka menyatakan sangat mendukung jika ada perempuan yang menuntaskan pendidikannya sehingga bisa mengeluarkan setiap potensinya.

"Dampak sosial maupun finansial dari perempuan yang mendapat pendidikan sangat tinggi di masyarakat hingga kapanpun," ujar juru bicara tersebut.

300 juta dollar dari total pendanaan mencapai 500 juta dollar AS, sekitar Rp 7,3 triliun, rencananya bakal dicairkan Oktober lalu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X