PM Jepang Ingin Bahas Perjanjian Damai Perang Dunia II dengan Putin - Kompas.com

PM Jepang Ingin Bahas Perjanjian Damai Perang Dunia II dengan Putin

Kompas.com - 15/11/2018, 16:03 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (kiri) di Singapura, Rabu (14/11/2018). (AFP/Sputnik/Alexey Druzhinin) Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (kiri) di Singapura, Rabu (14/11/2018). (AFP/Sputnik/Alexey Druzhinin)

SINGAPURA, KOMPAS.com - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyatakan keinginannya untuk membahas sebuah perjanjian damai dengan Rusia.

Pernyataan itu dia sampaikan saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela pertemuan KTT ASEAN di Singapura, Rabu (14/11/2018).

Melansir AFP, kedua negara secara teknis masih saling berperang satu sama lain dan kini berupaya untuk mengakhiri pertikaian.

Perselisihan antara Rusia dan Jepang berpusat pada empat pulau di Kepulauan Kuril, yang membentang ke arah timur laut dari Hokkaido hingga Kamchatka.

Baca juga: 45 Menit Bertemu, Ini Isi Pembicaraan Jokowi dengan Vladimir Putin

Empat pulau itu diduduki oleh Uni Soviet pada akhir perang 1945, tapi diklaim oleh Jepang.

Hingga kini, kedua negara tidak menandatangani perjanjian damai yang secara resmi akan mengakhiri permusuhan perang.

"Kami berharap tidak hanya membahas kerja sama bilateral, termasuk ekonomi. Tapi juga masalah perjanjian damai," kata Abe kepada Putin.

"Saya siap memberi cukup waktu untuk bahas perjanjian damai," imbuhnya.

Sebelumnya, Putin pernah menawarkan agar kedua negara menandatangani perjanjian damai tanpa prasyarat pada September lalu.

Awalnya, kedua negara sepakat untuk menyelesaikan sengketa sebelum kesepakatan damai ditandatangani.

Dalam beberapa bulan, upaya diplomatik nampak telah dipercepat sampai Jepang yang ingin segera membahas isi perjanjian.

"Saya senang dapat mendiskusikan dengan Anda semua sudut kerja sama kita, termasuk yang Anda anggap sebagai prioritas," tutur Putin.

Baca juga: Putin Hanya akan Bertemu Sebentar dengan Trump di Paris

Secara historis, Jepang bersikeras Kepulauan Kuril, yang pernah dihuni suku asli Ainu, tidak pernah dimiliki orang lain.

Namun, Rusia menganggap pulau-pulau itu sebagai rampasan perang seperti yang disepakati antara Presiden AS Franklin Roosevelt dan pemimpin Soviet Joseph Stalin pada 1945.

Secara strategis, kendali atas pulau-pulau itu memberi Rusia akses sepanjang tahun ke Samudra Pasifik untuk armada kapal perang dan kapal selam, karena perairan di sekitarnya tidak membeku saat musim dingin.



Close Ads X