Menhan AS: Pengerahan Tentara di Perbatasan Meksiko Perlu Dilakukan

Kompas.com - 15/11/2018, 08:08 WIB
Menteri Pertahanan AS Jim Mattis. AFP / NICHOLAS KAMMMenteri Pertahanan AS Jim Mattis.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan AS Jim Mattis menegaskan bahwa pengerahan pasukan militer ke perbatasan Amerika dengan Meksiko adalah hal yang perlu untuk dilakukan.

Kepala Pentagon itu mengatakan, kehadiran militer di perbatasan diperlukan demi memberi dukungan penting kepada agen patroli perbatasan jelang kedatangan sekelompok besar migran yang disebut "karavan".

"Saya pikir sangat jelas bahwa dukungan terhadap polisi atau patroli perbatasan saat ini perlu untuk dilakukan," ujarnya kepada wartawan saat mengunjungi para tentara di Donna, Texas.

Mattis menambahkan, petugas perbatasan membutuhkan bantuan untuk segala hal, mulai dari memasang kawat berduri hingga pengangkutan di sekitar perbatasan menggunakan helikopter.

Selain itu, misi di perbatasan tersebut akan menjadi latihan yang bermanfaat bagi pasukan dan meningkatkan kesiapan militer.

Baca juga: Militer Tolak Keinginan Trump untuk Bangun Pusat Penahanan Migran

"Kami memutuskan bahwa misi itu sepenuhnya legal. Ini jelas merupakan misi moral dan etis untuk mendukung petugas patroli perbatasan," kata Mattis dilansir AFP.

Sebelumnya dikabarkan, Presiden Donald Trump telah memerintahkan penempatan pasukan militer di perbatasan AS dengan Meksiko menjelang digelarnya pemilu paruh waktu pekan lalu.

Mattis memperkirakan sekitar 5.900 pasukan militer AS kini berada di perbatasan. Bahkan ke depan dimungkinkan akan ada hingga 9.000 pasukan aktif dan cadangan yang dikirim untuk misi kontroversial ini.

Misi pengerahan pasukan ke perbatasan itu dikritik sebagai bentuk pemborosan anggaran dan tidak diperlukan. Terlebih karena bertujuan untuk mencegah karavan migran yang bahkan kemungkinan tidak akan mencapai perbatasan hingga misi berakhir pada 15 Desember mendatang.

Pentagon belum memberikan perkiraan biaya yang dihabiskan untuk misi pengerahan pasukan di perbatasan ini, tetapi media AS menyebut jumlah anggaran dapat mencapai lebih dari 200 juta dolar AS (sekitar Rp 2,9 triliun).

Rombongan migran tersebut berangkat dari San Pedro Sula, di Honduras pada 13 Oktober lalu dan sejauh ini telah berjalan menempuh 1.500 kilometer ke arah perbatasan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Media Internasional Ulas Jokowi yang Tunjuk Saingan Beratnya Prabowo Subianto sebagai Menhan

Media Internasional Ulas Jokowi yang Tunjuk Saingan Beratnya Prabowo Subianto sebagai Menhan

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

Internasional
Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Internasional
Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Internasional
Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Internasional
TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

Internasional
Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Internasional
Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Internasional
AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

Internasional
Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi 'Baby Shark' kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi "Baby Shark" kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Internasional
Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Internasional
Menderita 'Sakit Tak Tertahankan', Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Menderita "Sakit Tak Tertahankan", Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Internasional
PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

Internasional
Penyandang Disabilitas Ini Diminta 'Lepaskan Celana' oleh Petugas Bandara India

Penyandang Disabilitas Ini Diminta "Lepaskan Celana" oleh Petugas Bandara India

Internasional
Trump 'Siap' Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Trump "Siap" Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X