7 Fakta Menarik Frederick Banting, Penemu Insulin untuk Diabetes

Kompas.com - 14/11/2018, 18:51 WIB
Ilustrasi Frederick Banting cdnmedhall.orgIlustrasi Frederick Banting

3. Pasien pertama

Pada Januari 1922, Leonard Thompson, seorang pasien amal di Rumah Sakit Umum Toronto, Kanada, menjadi orang pertama yang menerima dan menyuntikkan insulin untuk mengobati diabetes.

Thompson mampu hidup 13 tahun lagi sebelum meninggal karena pneumonia pada usia 27 tahun.

Dia menjadi orang pertama yang menerima suntikan insulin sebagai pengobatan untuk diabetes Tipe 1.

4. Hadiah Nobel

Frederick Banting berusia 32 tahun ketika ia dianugerahi Hadiah Nobel atas penemuannya. Ini membuat dia menjadi pemenang Nobel termuda dalam bidang Fisiologi dan Kedokteran hingga saat ini.

Dia dianugerahi penghargaan bersama dengan JJ R Macleod, profesor fisiologi di Universitas Toronto.

Banting tak senang setelah mendengar hadiahnya akan dibagi dengan orang lain, yang dirasa belum cukup memberikan kontribusi untuk penemuan yang cukup layak untuk mendapatkan penghargaan.

Dia memutuskan untuk membagi hadiah uang dengan Charles Best yang merupakan mitranya.

Baca juga: Hari Diabetes Sedunia, Ini Sejumlah Fakta Mengenai Penyakitnya

5. Pahlawan perang

Sebelum Banting menyelamatkan banyak nyawa orang dengan penemuan insulin, ia mengabdi di Dinas Medis Angkatan Darat Kanada selama Perang Dunia I.

Walau terluka dalam pertempuran, dia membantu batalionnya selama hampir 17 jam penuh. Dia dianugerahi "Military Cross" atas jasanya selama perang.

6. Meninggal akibat kecelakaan pesawat

Frederick Banting meninggal saat melakukan perjalanan ke Inggris dengan menggunakan pesawat. Pesawat itu terjatuh setelah mengalami kerusakan pada mesinnya.

Navigator dan ko-pilot tewas seketika. Sementara, Banting dan pilot sempat selamat. Namun, sehari kemudian ia meninggal.

7. Didirikan Monumen

Untuk mengenang jasa Frederick Banting dan karyanya, serta harapan semua orang diabetes yang hidup di seluruh dunia, sebuah monumen yang disebut Flame of Hope didirikan di London, Ontario, Kanada pada 1989.

Monumen ini memiliki tinggi lebih dari 2 meter dan di atasnya terdapat api abadi yang akan terus menyala sampai obat untuk diabetes ditemukan.

Nyala api sebagai pengingat bahwa insulin hanyalah pengobatan, bukan obat untuk diabetes tipe 1.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X