14 November 1971, Mariner 9 Jadi Wahana Antariksa Pertama Capai Orbit Mars

Kompas.com - 14/11/2018, 10:33 WIB
Mariner 9 space.comMariner 9

KOMPAS.com - Tata surya menyimpan banyak rahasia yang perlu diungkap. Ribuan bintang, planet, komet dan bahkan meteorid menghiasi susunan tata surya. Berbagai negara pun berlomba untuk mengungkap rahasia alam semesta.

Keadaan ini terjadi pada era 1960-an, ketika Uni Soviet dan Amerika Serikat berlomba-lomba untuk mencapai dan menemukan sesuatu yang ada di luar angkasa. Lomba yang sering disebut "space race" ini selalu bisa menemukan sesuatu yang baru dan berguna bagi ilmu pengetahuan.

Setelah berusaha membawa hewan ke luar angkasa dan membawa manusia menuju orbit, NASA (National Aeronautics and Space Administration) atau Badan Antariksa AS juga membuat resolusi yang baru untuk mengidentifikasi dan mengamati permukaan planet lain.

Hari ini 47 tahun yang lalu, tepatnya pada 14 November 1971, sebuah wahana antariksa dari NASA berhasil mencapai orbit Mars.


Wahana yang merupakan bagian dari program Mariner ini tercatat sebagai wahana pertama yang bisa mengamati Mars. Kejadian ini menjadi sebuah catatan dalam dunia antariksa ketika itu.

Dilansir dari Forbes, Mariner 9 merupakan wahana tak berawak yang diluncurkan menuju Mars dari Pusat Peluncuran Cape Cannaveral, Florida, AS pada 30 Mei 1971. Wahana itu diluncurkan bersama "pasangannya", Mariner 8.

Mariner 9 mempunyai tujuan untuk menemani "pasangannya" dalam lomba ke Mars, tetapi pesawat ruang angkasa Mariner 8 tidak pernah berhasil keluar dari orbit Bumi.

Baca juga: Misteri Mars Bertambah, Bagaimana Bisa Punya Air jika CO2-nya Minim?

Balapan

Space race selalu memberikan warna yang berbeda dalam setiap kompetisinya. Ketika NASA berhasil meluncurkan Mariner, Uni Soviet juga meluncurkan proyek bernama Mars dalam perlombaan angkasa itu.

Namun, usaha yang dilakukan NASA berhasil mengalahkan Uni Soviet. Dilansir dari Harian Mariner 9 tiba di orbit Mars pada 14 November 1971, jauh di depan dua pesawat ruang angkasa lainnya. Mars 2 tiba sekitar dua minggu kemudian pada 27 November 1971, diikuti oleh Mars 3 pada 2 Desember.

Tim misi Mariner 9 telah dikirim ke komputer pengorbit, memerintahkannya untuk menunggu sampai badai debu telah melewati permukaan Mars.

Menurut Harian Kompas edisi 15 November 1971, Mariner 9 mengitari orbit Mars dua kali sehari dan mengambil gambar beserta data-data mengenai planet itu berupa data pada komposisi atmosfer, kepadatan, tekanan, dan suhu Mars, dan juga komposisi permukaan, suhu dan topografi planet ini.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dibilang 'Muka Dua', PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Dibilang "Muka Dua", PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Internasional
Kembali Disebut Trump 'Pria Roket', Kim Jong Un Tidak Senang

Kembali Disebut Trump "Pria Roket", Kim Jong Un Tidak Senang

Internasional
Trump Sebut Perdana Menteri Kanada 'Si Muka Dua' di Pertemuan NATO

Trump Sebut Perdana Menteri Kanada "Si Muka Dua" di Pertemuan NATO

Internasional
13 Orang di Filipina Tewas akibat Amukan Topan Kammuri

13 Orang di Filipina Tewas akibat Amukan Topan Kammuri

Internasional
Penembakan di Pangkalan Pearl Harbor, 3 Orang Tewas Termasuk Pelaku

Penembakan di Pangkalan Pearl Harbor, 3 Orang Tewas Termasuk Pelaku

Internasional
Jokowi Raih Asian of the Year 2019, Dianggap Pemimpin Jujur dan Efektif

Jokowi Raih Asian of the Year 2019, Dianggap Pemimpin Jujur dan Efektif

Internasional
Presiden Jokowi Dinobatkan sebagai Asian of the Year 2019 oleh Media Singapura The Straits Times

Presiden Jokowi Dinobatkan sebagai Asian of the Year 2019 oleh Media Singapura The Straits Times

Internasional
Trump Batalkan Konferensi Pers Terakhir di Pertemuan NATO, Ada Apa?

Trump Batalkan Konferensi Pers Terakhir di Pertemuan NATO, Ada Apa?

Internasional
AS Pertimbangkan Kirim 14.000 Tentara Tambahan ke Timur Tengah

AS Pertimbangkan Kirim 14.000 Tentara Tambahan ke Timur Tengah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Beri Peringatan kepada AS | Pemimpin Dunia Ketahuan Bergosip soal Trump

[POPULER INTERNASIONAL] China Beri Peringatan kepada AS | Pemimpin Dunia Ketahuan Bergosip soal Trump

Internasional
Ibu Ini Ditangkap Setelah Jual Bayinya Seharga Rp 31 Juta

Ibu Ini Ditangkap Setelah Jual Bayinya Seharga Rp 31 Juta

Internasional
Korut Rilis Gambar Kim Jong Un Tunggangi Kuda Putih di Gunung Keramat Paektu

Korut Rilis Gambar Kim Jong Un Tunggangi Kuda Putih di Gunung Keramat Paektu

Internasional
Sempat Calon Unggulan, Senator Kamala Harris Mundur dari Pertarungan Pilpres AS 2020

Sempat Calon Unggulan, Senator Kamala Harris Mundur dari Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
6 Orang Tewas Diserang di Afghanistan, Salah Satunya Dokter asal Jepang

6 Orang Tewas Diserang di Afghanistan, Salah Satunya Dokter asal Jepang

Internasional
UU soal Muslim Uighur Disahkan, China: AS Bakal Membayar Akibatnya

UU soal Muslim Uighur Disahkan, China: AS Bakal Membayar Akibatnya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X