Tak Ingin Dipulangkan, Warga Rohingya Kabur dari Kamp Pengungsian

Kompas.com - 13/11/2018, 19:35 WIB
Warga Rohingya saat melakukan aksi protes memperingati satu tahun serangan militer Myanmar di Rakhine yang membuat mereka mengungsi ke Bangladesh, 25 Agustus 2018. AFP / DIBYANGSHU SARKARWarga Rohingya saat melakukan aksi protes memperingati satu tahun serangan militer Myanmar di Rakhine yang membuat mereka mengungsi ke Bangladesh, 25 Agustus 2018.

DHAKA, KOMPAS.com - Warga etnis Rohingya dikabarkan melarikan diri dari kamp pengungsi di Bangladesh. Mereka kabur demi menghindar dari tekanan untuk proses pemulangan atau repatriasi ke Myanmar yang akan dimulai pekan ini.

Sekitar 2.260 warga Rohingya yang tinggal di kamp pengungsian di Bangladesh telah dijadwalkan untuk kembali memasuki wilayah Myanmar dari distrik Cox's Bazar saat proses pemulangan pertama dimulai pada Kamis (15/11/2018).

Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Bangladesh Delwar Hossain menyampaikan, para pengungsi akan mulai dipulangkan secara berkelompok sebanyak 150 orang per hari selama tahap awal.

"Kedua belah pihak (Bangladesh dan Myanmar) telah setuju untuk memulai proses repatriasi pada 15 November mendatang," ujar Hossain kepada AFP, Selasa (13/11/2018).


Ditegaskan Hossain dalam proses pemulangan tersebut pihak Bangladesh akan tetap mengedepankan cara sukarela dan tanpa paksaan.

Namun pendapat berbeda disampaikan warga Rohingya di pengungsian.

Mereka melihat rencana pemulangan telah menciptakan kepanikan di kamp-kamp pengungsian dan mendorong keluarga yang masuk dalam gelombang pertama proses repatriasi untuk memilih melarikan diri.

Baca juga: Pejabat Myanmar Sebut 2.000 Pengungsi Rohingya akan Pulang November

"Otoritas berwenang berulang kali mencoba memberikan motivasi kepada mereka yang ada dalam daftar pengungsi yang akan dipulangkan untuk kembali."

"Tapi sebaliknya, mereka merasa terintimidasi dan memilih kabur ke kamp penampungan lain," kata Nur Islam, salah seorang pemimpin pengungsi dari kamp Jamtoli.

Menurut Nur Islam, banyak di antara warga Rohingya yang tidak ingin kembali ke kampung halaman mereka di Rakhine, Myanmar, kecuali mendapat jaminan akan kewarganegaraan dan hak lainnya.

Salah satu keluarga yang termasuk dalam daftar pemulangan minggu ini mengaku tegang seiring waktu pemulangan yang semakin dekat.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
Terungkap, Pelaku Penembakan Pangkalan AL Pensacola Sebut AS 'Negara Iblis'

Terungkap, Pelaku Penembakan Pangkalan AL Pensacola Sebut AS "Negara Iblis"

Internasional
Jenazah Pelaku Teror London Bridge yang Tewaskan 2 Orang Dikuburkan di Pakistan

Jenazah Pelaku Teror London Bridge yang Tewaskan 2 Orang Dikuburkan di Pakistan

Internasional
Inilah Identitas Tentara Arab Saudi yang Jadi Pelaku Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola

Inilah Identitas Tentara Arab Saudi yang Jadi Pelaku Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Peringatan China kepada AS | Jokowi Dapat Penghargaan Asian of the Year

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Peringatan China kepada AS | Jokowi Dapat Penghargaan Asian of the Year

Internasional
Berhenti Menari di Pesta Pernikahan, Wanita India Ditembak di Wajah

Berhenti Menari di Pesta Pernikahan, Wanita India Ditembak di Wajah

Internasional
Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Internasional
Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Internasional
3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

Internasional
Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Internasional
Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Internasional
Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Internasional
Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Internasional
Korea Utara Sebut Trump sebagai 'Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan'

Korea Utara Sebut Trump sebagai "Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan"

Internasional
4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X