Kompas.com - 13/11/2018, 17:01 WIB
PM Malaysia Mahathir Mohamad  saat berdiskusi di Universitas Chulalongkorn, Bangkok, Kamis (25/10/2018). AFP/LILLIAN SUWANRUMPHAPM Malaysia Mahathir Mohamad saat berdiskusi di Universitas Chulalongkorn, Bangkok, Kamis (25/10/2018).

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Perdana Menteri Malaysia Mohathir Mohamad baru-baru ini mengomentari perihal politik di Amerika Serikat dalam wawancara dengan CNBC, Senin (11/12/108).

Dia mengaju akan terkejut apabila Presiden AS Donald Trump akan kembali memenangkan pemilu presiden 2020.

Pernyataannya itu berdasarkan hasil pemilu paruh waktu yang tidak menunjukkan hasil baik bagi Partai Republik.

Baca juga: Ditanya Beda Gaya Memimpin dengan Mahathir, Ini Candaan Anwar Ibrahim

Mahathir mengatakan, kepergian Trump dari gedung Putih akan mengakhiri potensi perang dagang yang sangat mengacaukan, berlanjut pada tahun-tahun mendatang.

"Seperti yang Anda lihat dari pemilu paruh waktu, dia tidak berhasil dengan baik. Kesempatannya untuk menang dua periode cukup suram untuk saat ini," ucapnya.

"Saya akan terkejut jika dia terpilih kembali setelah hasil pemilu paruh waktu," imbuhnya.

Seperti diketahui, Partai Demokrat yang sebelumnya menguasai baik Senat dan DPR, kini kehilangan mayoritasnya di DPR.

"Jika Trump tidak berada di sana, pejabat pemerintah AS baik dari Republik atau Demokrat, mereka tidak akan melanjutkan perang dagang yang sangat kacau ini," katanya.

Pria berusia 93 tahun itu tidak yakin jika pertemuan G20 antara Trump dan Presiden China Xi Jinping akan menghasilkan terobosan dalam mengatasi ketegangan keduanya.

Sebagai informasi, Malaysia merupakan salah satu negara yang perekonomiannya bergantung pada perdagangan.

Baca juga: Penghasilan Menkeu Malaysia Lebih Besar dari PM Mahathir

Ekspor barang dan jasa menguasai lebih dari 70 persen Produk Domestik Bruto. Ekonom menyebut, negara akan rentan apabila perang tarif meningkat sehingga mengurangi perdagangan global.

"Dengan Trump, Anda tidak bisa memprediksi apa pun, kita tidak tahu bagaimana dia akan bereaksi," tuturnya.

Sebelumnya, dia pernah memperingatkan Trump agar tidak memprovokasi China.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X