Kompas.com - 13/11/2018, 09:09 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Sebuah penelitian yang dilakukan lembaga Amerika Serikat melaporkan ada sejumlah pangkalan rudal yang disembunyikan oleh Korea Utara.

Melalui hasil penelitian yang dirilis Senin (12/11/2018), Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) Washington mengungkapkan bahwa mereka telah menemukan setidaknya 13 pangkalan rudal yang tak diungkapkan oleh Pyongyang.

Dilansir AFP, mereka mengungkapkan ada kemungkinan terdapat 20 rudal yang disimpan di sejumlah fasilitas pangkalan tersebut.

Pangkalan rudal tersembunyi tersebut dikatakan peneliti tersebar di seluruh Korea Utara dan terletak di fasilitas bawah tanah, di dalam terowongan di lembah gunung yang sempit.

Perangkat peluncuran rudal yang tersembunyi disebut dirancang untuk dapat keluar dari pangkalan dan dengan cepat berpindah ke lokasi yang disiapkan untuk peluncuran.

Baca juga: Berlindung dari Rudal Korut, Jepang Beli Sistem Radar Bikinan AS

"Setiap rudal yang tersimpan di pangkalan-pangkalan tersembunyi itu mampu membawa hulu ledak nuklir," kata salah satu penulis dalam laporan tersebut, Joseph Bermundez, yang juga berwenang dalam program Korea Utara.

Pangkalan-pangkalan rahasia itu diatur dalam tiga daerah di Korea Utara dengan rudal strategis tersimpan jauh di dalamnya.

Rudal-rudal yang tersimpan disebut memiliki jarak jangkauan menengah dan mampu menyerang hingga Jepang dan Korea Selatan dengan lokasi peluncuran pada jarak 90 hingga 150 kilometer di utara zona demiliterisasi.

Pangkalan untuk misil jarak yang lebih pendek tersimpan di lokasi sekitar 30 hingga 88 kilometer dari perbatasan Korea.

Dalam laporan turut memuat rincian salah satu pangkalan rudal taktis yang diilustrasikan dengan citra satelit komersial, berada hanya 135 kilometer arah barat laut Seoul.

Hasil citraan satelit tersebut memperlihatkan pintu masuk yang nyaris tidak terlihat dari tujuh fasilitas bawah tanah di pangakalan militer Sakkanmol, terlindungi tanggul batu dan tanah setinggi 18 meter.

Laporan tersebut disusun peneliti berdasarkan hasil pencitraan satelit, wawancara dengan pembelot, intelijen dan pejabat pemerintah.

Baca juga: Korea Utara Gelar Parade Militer Tanpa Rudal Balistik

Temuan tersebut dinilai akan semakin meningkatkan keraguan publik atas kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump, terutama menyangkut Korea Utara.

"Ini tidak seperti pangkalan-pangkalan ini telah dibekukan," ujar Viktor Cha, pemimpin program Korea Utara di CSIS, kepada New York Times, yang pertama memberitakan laporan penelitian tersebut.

"Pekerjaan masih terus berlanjut. Apa yang dikhawatirkan semua orang adalah Trump akan menerima sebuah kesepakatan buruk."

"Di mana mereka (Korea Utara) memberi kita (AS) satu situs uji coba dan membongkar beberapa hal lain. Dan sebagai imbalannya mereka mendapat kesepakatan damai," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.