AS akan Minta Pertanggungjawaban Pihak-pihak yang Terlibat Pembunuhan Khashoggi

Kompas.com - 12/11/2018, 19:11 WIB
Menlu AS Mike Pompeo bertemu dengan putra mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman di Riyadh, Selasa (16/10/2018). AFP/LEAH MILLISMenlu AS Mike Pompeo bertemu dengan putra mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman di Riyadh, Selasa (16/10/2018).

WASHINGTON, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menghubungi Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Minggu (11/11/2018).

Dalam sambungan telepon tersebut, Pompeo menekankan bahwa AS bakal meminta pertanggungjawaban dari semua pihak yang terlibat dalam kasus pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi.

"Menteri Luar Negeri menekankan bahwa AS akan menahan semua yang terlibat dan bertanggung jawab dalam pembunuhan Jamal Khashoggi dan Saudi harus melakukan hal yang sama," kata juru bicara Departemen Luar Negeri, Heather Nauert dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir AFP, Senin (12/11/2018).

Baca juga: Di Sela Makan Malam, Trump dan Erdogan Bahas Kasus Pembunuhan Khashoggi

Sebelumnya, Menlu AS sempat menyebut kasus pembunuhan Khashoggi sebagai hal yang melanggar norma hukum internasional dan bahwa AS sedang memperhitungkan kemungkinan sanksi untuk orang-orang yang diidentifikasi sebagai pihak yang terlibat.

Namun Presiden Donald Trump juga telah menekankan akan mempertahankan hubungan komersial, strategis, dan keamanan nasional penting yang telah terjalin dengan Arab Saudi.

Selain membahas tentang kasus pembunuhan Khashoggi, dalam sambungan telepon tersebut, Pompeo juga mengungkit konflik Yaman, yang juga melibatkan Arab Saudi.

Dua kasus tersebut, pembunuhan Khashoggi dan konflik Yaman telah menekan pemerintahan Saudi, terutama putra mahkota yang dikenal dengan MBS itu.

Pangeran MBS dianggap telah berperan penting dalam mengawasi intervensi Arab Saudi di Yaman. Dia juga dituduh sejumlah pihak sebagai pihak yang mendalangi pembunuhan jurnalis Khashoggi, yang langsung dibantah pihak Saudi.

Pada Sabtu (10/11/2018), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa pihaknya telah membagikan rekaman suara terkait kasus pembunuhan Khashoggi kepada Arab Saudi dan AS, serta Jerman, Perancis dan juga Inggris.

Erdogan menyebut bahwa negara-negara itu telah mendengarkan rekaman tersebut. Namun dia menambahkan, rekaman tersebut tanpa disertai dokumen tertulis apa pun.

"Kami memberikan rekaman tersebut kepada mereka. Mereka telah mendengarkan percakapan yang terjadi. Mereka tahu," kata Erdogan.

Baca juga: Ini Kata-kata Terakhir Jamal Khashoggi Saat Akan Dibunuh

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X