Di Sela Makan Malam, Trump dan Erdogan Bahas Kasus Pembunuhan Khashoggi

Kompas.com - 12/11/2018, 14:40 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) dan istrinya Emine Erdogan (dua dari kiri) berpose dengan Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Ibu Negara AS Melania Trump (dua dari kanan) selama acara jamuan makan malam yang diselenggarakan oleh Presiden Perancis pada Sabtu (10/11/2018). (AFP/Turkish President Press Service) Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) dan istrinya Emine Erdogan (dua dari kiri) berpose dengan Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Ibu Negara AS Melania Trump (dua dari kanan) selama acara jamuan makan malam yang diselenggarakan oleh Presiden Perancis pada Sabtu (10/11/2018). (AFP/Turkish President Press Service)

PARIS, KOMPAS.com - Di sela-sela peringatan berakhirnya Perang Dunia I, dua pemimpin negara di dunia bertemu untuk membahas kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi.

Al Jazeera mengabarkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersua dalam jamuan makan malam di Paris.

Erdogan tiba di Paris untuk memenuhi undangan Presiden Perancis Emmanuel Macron.

Baca juga: Ini Kata-kata Terakhir Jamal Khashoggi Saat Akan Dibunuh

Dia dan Trump menghadiri makan malam yang diselenggarakan oleh Macron pada Sabtu lalu, yang juga diramaikan oleh  pemimpin lainnya.

Sumber dari Gedung Putih pada Minggu (11/11/2018) mengatakan, keduanya membahas tentang bagaimana menanggapi pembunuhan Khashoggi.

Pembicaraan keduanya tidak disebutkan secara rinci.

Sebelum terbang ke Paris, Erdogan mengatakan otoritas Turki telah membagikan rekaman terkait pembunuhan Khashoggi ke AS, Jerman, Perancis, dan Inggris.

Dia mengatakan, Saudi mengetahui pembunuh jurnalis tersebut di antara 15 orang yang terbang ke Istanbul beberapa jam sebelum eksekusi Khashoggi pada 2 Oktober di konsulat Saudi.

"Kami memberikan rekaman itu. Kami berikan ke Arab Saudi, AS, Jerman, Perancis, dan Inggris, semua rekamannya," ucapnya.

"Mereka sudah mendengar semua rekaman pembicaraan. Mereka tahu," imbuhnya.

Baca juga: Turki Telah Bagikan Rekaman Pembunuhan Khashoggi kepada Sejumlah Negara

Sementara itu, Trump pada minggu lalu mengatakan otoritasnya akan memberikan pernyataan lebih kuat pada pekan depan.

"Saya akan mengeluarkan pernyataan kuat pada pekan depan. Kami bekerja dengan Kongres, dengan Turki dan Arab Saudi," tuturnya.

Polisi Turki telah mengakhiri pencarian jenazah Khashoggi pada Sabtu lalu. Namun, penyelidikan terhadap pembunuhan pria berusia 59 tahun itu tetap berlanjut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Al Jazeera
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Internasional
Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Internasional
Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X