Presiden Iran: Sanksi AS Tidak Berdampak pada Perekonomian Negara Kami

Kompas.com - 11/11/2018, 18:53 WIB
Presiden Iran Hassan Rouhani saat berpidato dalam gelaran parade militer di Teheran, Sabtu (22/9/2018). AFP / STRINGERPresiden Iran Hassan Rouhani saat berpidato dalam gelaran parade militer di Teheran, Sabtu (22/9/2018).

TEHERAN, KOMPAS.com - Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa sanksi yang diberlakukan oleh AS awal pekan lalu tidak memiliki dampak apa pun terhadap perekonomian negaranya.

Melansir dari Arab News, Rouhani menilai Washington hanya mengulang sanksi yang sama yang sudah pernah dijatuhkan kepada Teheran sebelumnya.

" Sanksi itu tidak memberikan dampak pada perekonomian kami karena Amerika telah menggunakan semua senjata yang dimilikinya dan tidak ada yang baru untuk digunakan melawan kami," kata Rouhani dalam pernyataan yang disiarkan langsung di stasiun televisi pemerintah, Sabtu (10/11/2018).

Baca juga: Para Selebriti Iran Tanda Tangani Petisi Mengecam Sanksi AS


Pernyataan Rouhani tersebut seolah membantah pernyataan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton, yang menyebut sanksi yang dijatuhkan kepada Iran telah berhasil memberi dampak yang signifikan.

"Kami melihat indikasi bahwa sanksi telah mempengaruhi aktivitas perang mereka di Irak, Suriah, dan Yaman. Memang belum cukup, tapi itu mulai memberikan dampak," kata Bolton, Kamis (8/11/2018).

Tak hanya memberi dampak pada perekonomian Iran, Bolton menambahkan jika Washington dimungkinkan masih akan menambah sanksi terhadap Teheran.

"Saya pikir kita akan melihat lebih banyak lagi sanksi yang akan datang dari waktu ke waktu dan penegakan sanksi yang lebih ketat," ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, AS telah kembali memberlakukan sanksi terhadap Iran yang menyasar pada industri minyak, pengiriman, dan perbankan.

Sanksi yang dijatuhkan menyusul langkah Presiden Donald Trump yang keluar dari Kesepakatan Nuklir 2015 itu bertujuan untuk menghalangi rezim Iran dalam mendapat pemasukan yang akan digunakan untuk mendukung program nuklir dan aksi terorisme.

Baca juga: Penasihat Keamanan AS: Masih akan Ada Sanksi Tambahan untuk Iran

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Arab News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Internasional
Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Internasional
'Ulama' ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

"Ulama" ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

Internasional
AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

Internasional
Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X