Kompas.com - 11/11/2018, 18:53 WIB

TEHERAN, KOMPAS.com - Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa sanksi yang diberlakukan oleh AS awal pekan lalu tidak memiliki dampak apa pun terhadap perekonomian negaranya.

Melansir dari Arab News, Rouhani menilai Washington hanya mengulang sanksi yang sama yang sudah pernah dijatuhkan kepada Teheran sebelumnya.

"Sanksi itu tidak memberikan dampak pada perekonomian kami karena Amerika telah menggunakan semua senjata yang dimilikinya dan tidak ada yang baru untuk digunakan melawan kami," kata Rouhani dalam pernyataan yang disiarkan langsung di stasiun televisi pemerintah, Sabtu (10/11/2018).

Baca juga: Para Selebriti Iran Tanda Tangani Petisi Mengecam Sanksi AS

Pernyataan Rouhani tersebut seolah membantah pernyataan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton, yang menyebut sanksi yang dijatuhkan kepada Iran telah berhasil memberi dampak yang signifikan.

"Kami melihat indikasi bahwa sanksi telah mempengaruhi aktivitas perang mereka di Irak, Suriah, dan Yaman. Memang belum cukup, tapi itu mulai memberikan dampak," kata Bolton, Kamis (8/11/2018).

Tak hanya memberi dampak pada perekonomian Iran, Bolton menambahkan jika Washington dimungkinkan masih akan menambah sanksi terhadap Teheran.

"Saya pikir kita akan melihat lebih banyak lagi sanksi yang akan datang dari waktu ke waktu dan penegakan sanksi yang lebih ketat," ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, AS telah kembali memberlakukan sanksi terhadap Iran yang menyasar pada industri minyak, pengiriman, dan perbankan.

Sanksi yang dijatuhkan menyusul langkah Presiden Donald Trump yang keluar dari Kesepakatan Nuklir 2015 itu bertujuan untuk menghalangi rezim Iran dalam mendapat pemasukan yang akan digunakan untuk mendukung program nuklir dan aksi terorisme.

Baca juga: Penasihat Keamanan AS: Masih akan Ada Sanksi Tambahan untuk Iran

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Arab News
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.