Kompas.com - 11/11/2018, 11:00 WIB
Perjanjian gencatan senjata antara Jerman dan Sekutu ditandatangani di dalam sebuah gerbong kereta api di dekat hutan Compiègne, Perancis pada 11 Novemver 1918. Mereka yang hadir adalah Komandan Pasukan Sekutu Ferdinand Foch (dua dari kanan), perwakilan Inggris Sir Rosslyn Wemiss (sebelah kiri Foch), dan dan Laksamana George Hope (paling kanan). Sedangkan Jerman diwakili Matthias Erzberger (politisi), Count Alfred von Oberndorff (Kemenlu), Mayor Jenderal Detlof von Winterfeldt (AD Jerman) dan Kapten Ernst Vanselow (AL Jerman). WikipediaPerjanjian gencatan senjata antara Jerman dan Sekutu ditandatangani di dalam sebuah gerbong kereta api di dekat hutan Compiègne, Perancis pada 11 Novemver 1918. Mereka yang hadir adalah Komandan Pasukan Sekutu Ferdinand Foch (dua dari kanan), perwakilan Inggris Sir Rosslyn Wemiss (sebelah kiri Foch), dan dan Laksamana George Hope (paling kanan). Sedangkan Jerman diwakili Matthias Erzberger (politisi), Count Alfred von Oberndorff (Kemenlu), Mayor Jenderal Detlof von Winterfeldt (AD Jerman) dan Kapten Ernst Vanselow (AL Jerman).
|

Awalnya rakyat Eropa menyambut perang ini dengan gegap gempita dan keyakinan bahwa negara mereka akan memenangkan perang dalam waktu beberapa bulan saja.

Di awal perang, Jerman yang lebih siap dengan strategi militer rumit yang disebut "Schlieffen Plan" dengan cepat melibas Belgia dan wilayah utara Perancis.

Namun, Perancis dengan cepat berbenah dan menahan gerak maju jerman dalam pertempuran Marne yang tak jauh dari Paris.

Baca juga: Pertempuran Amiens, Awal dari Akhir Perang Dunia I

Masa awal perang ini sudah amat brutal. Hingga akhir 1914, sudah satu juta tentara dari semua negara tewas di Eropa.

Berita buruknya, tak satu pun negara peserta perang baik dari sisi Sekutu maupun Poros yang terlihat bakal memenangkan perang.

Di front barat, para prajurit yang bertempur antara wilayah utara Perancis hingga Belgia membuat parit-parit pertahanan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para prajurit kemudian tinggal di dalam parit-parit tersebut dalam kondisi yang amata menyedihkan.

Pada 1915, Sekutu mencoba memecah kebuntuan perang dengan operasi ambisius yaitu pendaratan amfibi di Turki;

Turki yang bergabung dengan Jerman pada Oktober 1914 bisa bertahan dan bahkan memukul mundur pasukan sekutu pada September 1916.

Sepanjang 1916, Jerman dan Inggris saling melancarkan serangan di front barat. Namun, tak satu pun yang sukses memukul mundur  lawannya.

Di front timur, Jerman lebih sukses karena buruknya organisasi militer Rusia membuat negeri itu banyak menderita kekalahan.

Rusia juga direpotkan dengan revolusi di dalam negeri yang pada akhir 1917 membuat kelompok Bolshevik berkuasa setelah tsar terguling.

Kondisi ini membuat Rusia harus meneken perjanjian damai dengan Jerman dan sekaligus keluar dari kancah Perang Dunia I.

Mundurnya Rusia membuat Jerman bisa memindahkan pasukannya ke front barat yang memicu ofensif baru pada Maret 1918.

Serangan ini pada awalnya cukup berhasil tetapi, sekutu yang sudah melibatkan Amerika Serikat memukul mundur Jerman dalam apa yang dicatat sejarah dengan nama "Ofensif 100 hari".

Hasilnya, setelah mengalami serentetan kekalahan, para perwira militer Jerman menawarkan gencatan senjata pada 28 September 1918.

Pada 4 November 1918, Kekaisaran Austria-Hongaria sepakat untuk melakukan gencatan senjata lewat kesepakatan Villa Giusti.

Pada 9 November Kaisar Jerman Wilhelm turun tahta dan akhirnya Jerman meneken gencatan senjata pada 11 November 1918.

Selama empat tahun sebanyak 70 juta orang di seluruh dunia dimobilisasi menjadi anggota militer. Jumlah personel militer yang begitu banyak menjadikan Perang Dunia I sebagai salah satu konflik bersenjata terbesar di dunia.

Usai perang banyak terbentuk negara baru di Eropa misalnya Yugoslavia, Cekoslovakia, serta pecahnya Austria dan Hongaria.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: AS Resmi Terlibat dalam Perang Dunia I

Perang ini juga menandai runtuhnya Kekaisaran Ottoman yang memicu kemunculan negara-negara baru di Timur Tengah.

Namun, yang tak disadari adalah kekalahan Jerman dalam Perang Dunia I menjadi awal kemunculan Adolf Hitler dan Nazi yang nantinya akan memicu Perang Dunia II yang lebih menghancurkan.  

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: 100 Tahun Berakhirnya Perang Dunia I

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.