Penasihat Keamanan AS: Masih akan Ada Sanksi Tambahan untuk Iran - Kompas.com

Penasihat Keamanan AS: Masih akan Ada Sanksi Tambahan untuk Iran

Kompas.com - 09/11/2018, 23:48 WIB
Penasihat Keamanan Amerika Serikat yang baru, John Bolton.AP Photo/Alex Brandon Penasihat Keamanan Amerika Serikat yang baru, John Bolton.

PARIS, KOMPAS.com - Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengatakan mungkin masih akan ada tambahan sanksi terhadap Iran.

Pernyataan tersebut datang hanya beberapa hari sejak Washington kembali memberlakukan sanksi, yang diklaim terberat, terhadap Iran, pada Senin (5/11/2018) lalu.

Bolton mengatakan, dua kali sanksi yang dijatuhkan AS pada bulan Agustus dan awal pekan ini, dianggap telah berhasil memberi dampak yang cukup signifikan terhadap perekonomian Iran dan tindakan Teheran di luar negeri.

"Saya pikir kita akan melihat lebih banyak lagi sanksi yang akan datang dari waktu ke waktu dan penegakan sanksi yang lebih ketat," kata Bolton kepada wartawan di Paris, Kamis (8/11/2018).

Baca juga: AS Peringatkan Semua Pelabuhan dan Asuransi agar Tak Layani Kapal Iran

Saat ditanya hal apa yang akan menjadi target sanksi yang akan datang, Bolton menjawab masih ada banyak hal yang bisa dilakukan di wilayah terorisme dan kontraterorisme.

Sebelumnya, sanksi yang diberlakukan AS terhadap Iran menyasar pada industri minyak, pengiriman, dan perbankan.

Sanksi bertujuan untuk menghalangi rezim Iran dalam mendapat pemasukan yang akan digunakan untuk mendukung program nuklir dan aksi terorisme.

Sementara Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan bahwa sanksi yang dijatuhkan AS akan menyebabkan perekonomian Iran mengalami penurunan hingga 1,5 persen tahun ini dan 3,6 persen pada tahun depan.

"Kami melihat indikasi bahwa sanksi telah mempengaruhi aktivitas perang mereka di Irak, Suriah, dan Yaman. Memang belum cukup, tapi itu mulai memberikan dampak," kata Bolton dilansir AFP.

Baca juga: Beri Kelonggaran, AS Izinkan Irak Tetap Impor Listrik dari Iran



Close Ads X