Atasi Polusi Udara, Truk Besar Dilarang Masuk Kota Delhi di India - Kompas.com

Atasi Polusi Udara, Truk Besar Dilarang Masuk Kota Delhi di India

Kompas.com - 09/11/2018, 23:17 WIB
Warga beraktivitas di tengah kota Delhi, India yang tertutup kabut asap tebal yang berbahaya, Kamis (8/11/2018).AFP / MONEY SHARMA Warga beraktivitas di tengah kota Delhi, India yang tertutup kabut asap tebal yang berbahaya, Kamis (8/11/2018).

DELHI, KOMPAS.com - Pemerintah kota Delhi, India memberlakukan larangan selama tiga hari terhadap truk-truk besar yang ingin memasuki kota, dalam langkah mengatasi polusi udara di kota tersebut.

Delhi yang menjadi rumah bagi 20 juta penduduk itu telah rutin menghadapi kabut tebal beracun akibat asap kendaraan setiap musim dingin.

Pembatasan yang diberlakukan sejak Kamis (8/11/2018) itu ditujukan kepada hampir 40.000 truk berukuran sedang dan besar yang setiap hari memasuki Delhi.

Diharapkan dengan adanya pembatasan tersebut akan dapat mengurangi tingkat pencemaran udara di kota itu yang sudah mencapai level berbahaya.

Baca juga: Muncul Asap di Kabin, Pesawat Melania Trump Terpaksa Putar Balik

Namun pembatasan itu tidak berlaku untuk truk yang membawa makanan dan barang kebutuhan pokok lainnya. Sementara bagi warga pemilik kendaraan SUV diminta untuk meninggalkan mobil mereka di rumah selama diberlakukannya larangan.

Melansir dari AFP, kualitas udara di Delhi biasanya memburuk saat memasuki musim dingin. Hal itu dikarenakan awan asap dari para petani terbawa ke kota dan bercampur dengan emisi dari industri dan lalu lintas.

Polusi asap juga dipengaruhi perayaan festival Hindu, Diwali, yang hampir selalu melibatkan acara pembakaran petasan.

Banyak warga yang mengabaikan perintah pengadilan yang menyarankan agar warga tidak membakar petasan saat perayaan.

Pada Jumat (9/11/2018), tingkat partikel berdiameter 2,5 mikrometer atau kurang, yang dianggap berbahaya bagi kesehatan manusia, di Delhi mencapai level 845, menurut situs kedutaan AS yang memantau kualitas udara secara independen.

Jumlah tersebut mencapai 33 kali batas aman yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia yang berada pada level 25, di mana ahli kesehatan akan menyarankan warga untuk tetap tinggal di dalam ruangan atau menggunakan masker.

Baca juga: Dibanding Eropa dan Amerika, Polusi Udara di Asia 9 Kali Lebih Tinggi



Close Ads X