Pria Pengirim Surat Ancaman ke Menteri Swedia Dipenjara 7 Tahun - Kompas.com

Pria Pengirim Surat Ancaman ke Menteri Swedia Dipenjara 7 Tahun

Kompas.com - 09/11/2018, 21:44 WIB
IlustrasiThinkstockphotos.com Ilustrasi

STOCKHOLM, KOMPAS.com - Pengadilan Swedia, pada Jumat (9/11/2018) menjatuhkan hukuman penjara selama tujuh tahun kepada seorang pria yang dinyatakan bersalah telah mengirimkan surat ancaman kepada sejumlah menteri dan tokoh publik.

Melansir dari AFP, pria tersebut, yang diidentifikasi dalam dokumen pengadilan sebagai Michael Salonen, berusia 43 tahun, dinyatakan sebagai pelaku pengirim surat berisikan ancaman dan bubuk putih ke sejumlah menteri pada Agustus 2017.

Selain itu, dia juga dinyatakan bersalah atas percobaan pembunuhan setelah mengirim sebuah bom surat ke perusahaan penjualan bitcoin bernama Cryptopay di London, tahun lalu.

Meski tidak terjadi korban dalam insiden tersebut karena bom yang dikirim tidak meledak.

Baca juga: Polisi Tangkap Tersangka Pencuri Perhiasan Kerajaan Swedia

Sementara dalam kasus surat ancaman berisi bubuk putih, Salonen mengirimkannya ke rumah menteri, termasuk Perdana Menteri Stefan Lofven, Wakil Perdana Menteri Isabella Lovin dan Menteri Pertahanan Peter Hultqvist.

Hasil analisis terhadap bubuk putih yang dikirim menyimpulkan bahwa bubuk tersebut tidak berbahaya.

Namun dalam kasus surat ancaman, Salonen dinyatakan oleh pengadilan tidak bersalah atas sejumlah tuduhan karena penerima surat tidak membuka sendiri surat yang dikirim sehingga tidak mengalami ancaman yang dimaksudkan.

Salonen yang telah ditahan sejak Mei lalu, membantah terlibat dalam setiap kejahatan yang dituduhkan.

Swedia menjadi salah satu negara dengan pemerintahan paling transparan di dunia. Di negara itu, informasi seperti pajak penghasilan, alamat rumah dan nomor telepon dapat diperoleh dengan mudah secara online.

Para pejabat pemerintahan juga sering berada tanpa pengawalan dalam menjalankan tugas maupun menjalani kehidupan sehari-hari mereka.

Situasi tersebut menyebabkan terjadinya kasus pembunuhan terhadap sejumlah mantan pejabatnya, seperti menteri luar negeri Anna Lindh yang tewas setelah ditikam orang tak dikenal di sebuah pusat perbelanjaan di Stockholm pada 2003.

Juga saat perdana menteri Olof Palme ditembak mati saat berjalan pulang dari bioskop di Stockholm pada 1986. Pelaku dari dua kasus tersebut masih tidak diketahui hingga saat ini.

Baca juga: Kelompok Orang Bertopeng Bakar Puluhan Mobil di Swedia



Close Ads X