Kompas.com - 09/11/2018, 18:38 WIB
Presiden AS Barack Obama mengakhiri petualangan militer AS di Irak dan Afganistan dengan menarik lebih dari 200.000 serdadunya. DPA/US ArmyPresiden AS Barack Obama mengakhiri petualangan militer AS di Irak dan Afganistan dengan menarik lebih dari 200.000 serdadunya.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sebuah studi yang dilakukan Universitas Brown melaporkan jumlah korban tewas dari kampanye perang melawan teror yang didengungkan Amerika Serikat (AS).

Watson Institute for International and Public Affairs dalam laporannya menyatakan, jumlah korban tewas antara 480.000 hingga 507.000 orang.

Baca juga: Pentagon: Sampai ISIS Kalah, Militer AS Tak Bakal Hengkang dari Suriah

Data korban tersebut diambil baik dari warga sipil, anggota lawan, pasukan keamanan, kepolisian lokal, tentara AS serta sekutunya.

Laporan berjudul Human Cost of the Post-9/11 Wars: Lethality and the Need for Transparency itu dibuat sejak AS menggelar operasi militer buntut peristiwa 11 September 2001, atau 9/11.

Watson Institute menjelaskan, antara 182.272 hingga 204.575 warga sipil terbunuh di Irak, 38.480 di Afghanistan, dan 23.372 di Pakistan.

Diwartakan Al Jazeera Jumat (9/11/2018), Nera Crawford selaku penulis laporan itu menyatakan, jumlah korban tewas karena perang anti-teror AS bisa berubah.

Sebabnya laporan yang menyajikan korban tewas masih sangat sedikit. Crawford mencontohkan ketika kota Suriah Mosul direbut dari Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

"Dalam pemberitaan yang ada, disebutkan puluhan ribu masyarakat sipil tewas. Namun jenazah mereka masih belum ditemukan," paparnya.

Adapun tentara Negeri "Uncle Sam" yang terbunuh di Irak dan Afghanistan dalam kampanye anti-teror dalam periode yang sama dilaporkan sekitar 7.000 orang.

Universitas Brown dalam keterangan resmi menuturkan, jumlah itu mengalami kenaikan 110.000 dari laporan terakhir yang dirilis pada Agustus 2016.

Laporan itu hanya mencantumkan korban yang tewas di medan perang. Korban tewas karena penyakit maupun infrastruktur yang buruk tak dicantumkan.

"Meski diabaikan oleh publik AS, data ini menunjukkan bahwa jauh dari kata selesai, perang nyatanya semakin sengit," ujar Universitas Brown.

Baca juga: Pesawat Kargo Militer AS Jatuh di Jalan Raya, 5 Orang Tewas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.