Pakai Fasilitas Sekolah untuk Menambang Mata Uang Digital, Kepsek Dipecat - Kompas.com

Pakai Fasilitas Sekolah untuk Menambang Mata Uang Digital, Kepsek Dipecat

Kompas.com - 09/11/2018, 17:54 WIB
EthereumCNBC.com Ethereum

CHENZHOU, KOMPAS.com - Seorang kepala sekolah di China dipecat setelah secara diam-diam menggunakan fasilitas milik sekolah untuk menambang mata uang digital.

Dilansir dari SCMP, Lei Hua, Kepala Sekolah Menengah Puman di kota Chenzhou, Provinsi Hunan, China, mendapat sanksi tegas dan diberhentikan dari jabatannya.

Dia diketahui selama satu tahun terakhir telah memanfaatkan fasilitas sekolah untuk menambang ethereum, sejenis kriptokurensi atau mata uang digital.

Menurut stasiun radio setempat, melaporkan pada Kamis (8/11/2018), Lei memutuskan untuk menambang kriptokurensi pada Juni tahun lalu.

Dia lantas menghabiskan lebih dari 10.000 yuan (sekitar Rp 21 juta) untuk membeli perangkat komputer untuk menambang ethereum.

Baca juga: Aksi Jual Bitcoin Terus Berlanjut, Ethereum Mulai Dilirik

Namun Lei baru menyadari jika dibutuhkan listrik yang cukup besar untuk dapat menjalankan komputer selama 24 jam penuh dalam menambang ethereum dan dia tidak mampu membayar biaya listrik tersebut.

Lei akhirnya memutuskan memindah perangkat mesinnya ke asrama sekolah, mencatut listrik, menggunakan sambungan internet sekolah.

Lei kemudian membeli lagi tujuh perangkat komputer yang sama dan memindahkannya ke laboratorium elektronik sekolah.

Akibat tambahan delapan perangkat komputer untuk menambang mata uang digital, tagihan listri sekolah dalam 12 bulan terakhir hingga Juli lalu mengalami lonjakan tagihan sebesar 14.714 yuan (sekitar Rp 30 juta).

Aksi Lei ternyata diikuti oleh wakil kepala sekolah, Wang Zhipeng, yang kemudian ikut membeli satu perangkat komputer dan membawanya ke sekolah atas seizin Lei.

Dengan sembilan perangkat penambang mata uang digital yang bekerja 24 jam sehari, tagihan listrik sekolah pun kembali meningkat.

Bahkan nyaris terjadi insiden kebakaran akibat listrik yang melonjak. Selain itu koneksi internet sekolah menjadi lambat dan akhirnya mengganggu proses belajar mengajar.

Berbagai dampak yang ditimbulkan mesin penambang kriptokurensi itu menimbulkan kecurigaan guru dan komite sekolah.

Baca juga: Pencipta Ethereum Yakin Bisa Kalahkan Bitcoin Tahun Ini

Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya aksi Lei dan wakilnya, Wang, terbongkar. Keduanya dijatuhi sanksi oleh komite pendidikan setempat.

Lei dipecat dari jabatannya selaku kepala sekolah, sementara wakilnya mendapat peringatan keras.

Dinas pengawas anti-korupsi juga menyita keuntungan yang telah diperoleh keduanya selama menjalankan penambangan mata uang digital.



Close Ads X