Prajurit AS Ini Tewas 1 Menit Sebelum Perang Dunia I Berakhir

Kompas.com - 09/11/2018, 13:41 WIB
Plakat yang dipasang di pusara Sersan Henry N Gunther di pemakaman Most Holy Redeemer di Baltimore, AS yang diresmikan pada 11 November 2010. Sersan Gunther gugur hanya satu menit sebelum Perang Dunia I berakhir.Wikipedia Plakat yang dipasang di pusara Sersan Henry N Gunther di pemakaman Most Holy Redeemer di Baltimore, AS yang diresmikan pada 11 November 2010. Sersan Gunther gugur hanya satu menit sebelum Perang Dunia I berakhir.

PARIS, KOMPAS.com - Pada 11 November 1918 tercatat dalam sejarah menjadi hari terakhir salah satu konflik bersenjata paling besar di dunia, Perang Dunia I.

Perang yang berlangsung 1914-1918 ini memakan korban tewas puluhan juta orang baik militer maupun rakyat sipil.

Namun, mungkin Henry Nicholas John Gunther bisa dikatakan sebagai korban tewas paling tidak beruntung atau tragis.

Baca juga: Di Sinilah, Prajurit Persemakmuran Terakhir yang Tewas di Perang Dunia I Dimakamkan


Pasalnya, prajurit asal Amerika Serikat itu tewas pada 11 November 1918 pada pukul 10.59 atau hanya satu menit sebelum gencatan senjata resmi berlaku.

Gunther, yang kebetulan adalah keturunan Jerman, terlibat dalam sebuah serbuan terhadap posisi pasukan Jerman sebelum terkena tembakan.

Dia tewas di wilayah Argonne, Perancis saat baru berusia 23 tahun setelah seorang diri menyerang sarang senapan mesin Jerman.

Pria asal Baltimore negara bagian Maryland itu baru mendaftar sebagai tentara setahun sebelumnya.

Gunther pernah diturunkan pangkatnya dari sersan menjadi prajurit setelah badan sensor militer menemukan pria itu mengkritik perang dalam surat yang dikirimnya ke rumah.

Bertekad untuk menebus kesalahan dan meraih kembali pangkatnya, Gunther menghabiskan pekan-pekan terakhir perang untuk menjadi relawan dalam misi-misi berbahaya.

Saat perang hampir berakhir, Gunther memasang bayonet di senapannya dan menerjang posisi Jerman, sementara rekan-rekannya berlindung di parit.

Pasukan Jerman, yang menyadari perang akan berakhir sebenarnya berusaha menghentikan terjangan Gunther dengan melambai-lambaikan tangan mereka.

Namun Gunther tetap menerjang dan saat dia berada di jarak lemparan granat, pasukan Jerman tak memiliki pilihan selain melepaskan tembakan.

Dan, Gunther pun tewas hanya satu menit sebelum perang berakhir. Militer AS kemudian menaikkan pangkatnya menjadi sersan anumerta.

Gunther juga dianugerahi bintang jasa "Distinguished Service Cross".

Baca juga: Pionir Operasi Plastik: Bagaimana Perang Dunia I Picu Prosedur Ini?

Selain Gunther, selama 11 November 1918 pagi hingga waktu gencatan senjata 4000 tentara Jerman juga tewas dan terluka.

Sehingga muncul spekulasi, bukan hanya Gunther yang menjadi orang terakhir yang tewas dalam Perang Dunia I.



Terkini Lainnya

Biografi Tokoh Dunia: Cixi, Permaisuri Kontroversial di China

Biografi Tokoh Dunia: Cixi, Permaisuri Kontroversial di China

Internasional
Slovenia Buka Pendaftaran sebagai Mata-mata

Slovenia Buka Pendaftaran sebagai Mata-mata

Internasional
Iran Tak Bakal Bernegosiasi dengan Trump, kecuali...

Iran Tak Bakal Bernegosiasi dengan Trump, kecuali...

Internasional
Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Internasional
Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Internasional
Mahathir Ucapkan Selamat kepada Presiden Jokowi atas Kemenangan di Pemilu 2019

Mahathir Ucapkan Selamat kepada Presiden Jokowi atas Kemenangan di Pemilu 2019

Internasional
Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Internasional
Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Internasional
Kalah Pemilu, Partai Buruh Australia Langsung Suksesi Kepemimpinan

Kalah Pemilu, Partai Buruh Australia Langsung Suksesi Kepemimpinan

Internasional
Usai Diperkosa Beramai-ramai, Perempuan Ini Disiram Cairan Asam

Usai Diperkosa Beramai-ramai, Perempuan Ini Disiram Cairan Asam

Internasional
Saat Kampanye, Pidato Trump Berulang Kali Dihentikan Fans yang Pingsan

Saat Kampanye, Pidato Trump Berulang Kali Dihentikan Fans yang Pingsan

Internasional
Saudi Klaim Pemberontak Houthi Kirim Misil ke Mekah

Saudi Klaim Pemberontak Houthi Kirim Misil ke Mekah

Internasional
Seorang Bayi Berusia Sehari Tertinggal di Dalam Taksi

Seorang Bayi Berusia Sehari Tertinggal di Dalam Taksi

Internasional
Filipina Berencana Kembali Larang Warganya Bekerja di Kuwait

Filipina Berencana Kembali Larang Warganya Bekerja di Kuwait

Internasional
Murid SMP Sajikan Crepes Campur Air Kencing dan Sperma ke Gurunya

Murid SMP Sajikan Crepes Campur Air Kencing dan Sperma ke Gurunya

Internasional

Close Ads X