Pemerintah Australia Selidiki Kecukupan Waktu Tidur Penduduknya - Kompas.com

Pemerintah Australia Selidiki Kecukupan Waktu Tidur Penduduknya

Kompas.com - 09/11/2018, 08:40 WIB
Ilustrasi tidurspectrelabs Ilustrasi tidur

CANBERRA, KOMPAS.com — Pemerintah Federal Australia memprakarsai penyelidikan yang akan dilakukan oleh parlemen mengenai apakah warganya cukup tidur setiap hari.

Penelitian itu juga mencakup biaya ekonomi dan sosial akibat warga yang kurang tidur.

"Setidaknya empat dari 10 warga Australia tidak mendapatkan tidur yang cukup secara teratur," kata anggota parlemen dari Partai Liberal, Trent Zimmerman.

Penyelidikan ini telah menerima lebih dari 100 masukan dan akan menggelar acara dengar pendapat di seluruh Australia.

Baca juga: Sebuah Kereta di Australia Berjalan hingga 92 Km Tanpa Masinis

"Kita tahu bahwa tidur sangat penting bagi fungsi tubuh kita, baik itu kesehatan mental, tingkat kewaspadaan, memori atau kemampuan kinerja kita, jadi ini adalah masalah yang terus berkembang yang perlu kita soroti," ucapnya.

Dia mengatakan, setiap orang membutuhkan 7-8 jam tidur per malam, dan orang yang lebih muda butuh lebih dari itu karena otak sedang berkembang.

Zimmerman menilai, seperti kebanyakan politisi, dia terbiasa dengan pola tidur yang buruk.

"Tetapi, ini adalah masalah serius bagi banyak orang di dunia kerja, khususnya pekerja sif, yang jelas telah mengganggu pola tidur mereka," tuturnya.

"Dan kami ingin melihat secara efektif, dukungan, saran dan pendidikan apa yang ada bagi angkatan kerja yang terganggu pola tidurnya akibat pekerjaan," imbuhnya.

Beberapa penelitian menunjukkan, kerja sif dapat berdampak negatif pada kesehatan dan bahkan memperpendek harapan hidup.

Penyelidikan ini nantinya akan melihat pekerjaan yang dianggap paling rentan.

Baca juga: Pria Australia Meninggal karena Makan Siput, Ini Penjelasannya

"Sekitar 16 persen orang Australia adalah pekerja sif dan banyak dari mereka menjalani profesi, misalnya, pekerjaan mengemudikan kendaraan, di mana mereka membuat keputusan yang dapat memiliki dampak hidup atau mati," kata Zimmerman.

Pemerintah telah memfokuskan sebelumnya pada pola makan dan kebugaran sebagai pertanda untuk masalah kesehatan.

" Tidur terutama di kalangan remaja dan anak-anak sangat penting untuk fungsi memori, kinerja, dan kesehatan mental," ujarnya.

FOMO

Dia mengatakan, ada bukti kuat kurangnya tidur menyebabkan gejala depresi, dan itu merupakan masalah serius.

Penyelidikan juga akan melihat secara khusus pada dampak teknologi baru pada pola tidur.

Zimmerman menyalahkan perilaku FOMO (fear of missing out), yaitu istilah yang sekarang dikaitkan dengan media sosial banyak orang takut akan ketinggalan informasi.

Dengan begitu, mereka cenderung tidak bisa melepaskan ponsel dan tablet, bahkan ketika hendak tidur sekalipun.

Baca juga: Serangan Hiu Kembali Terjadi di Australia, Kali Ini Tewaskan Seorang Pria

"Bahkan, dengan menggunakan tablet atau TV di kamar tidur Anda, pancaran cahaya dari gawai akan benar-benar dapat menipu tubuh untuk berpikir bahwa itu bukan waktu malam," katanya.

Dia berharap hasil penyelidikan ini akan membantu menasihati orangtua untuk memastikan anak-anaknya tidak akan tidur dengan perangkat di dekat tempat tidur.


Terkini Lainnya

Ambil S-1 di Belanda? Kuliah di Minggu Pertama Langsung 'Nge-gas'!

Ambil S-1 di Belanda? Kuliah di Minggu Pertama Langsung "Nge-gas"!

Edukasi
Saudi Dilaporkan Siksa dan Lecehkan Aktivis Perempuan

Saudi Dilaporkan Siksa dan Lecehkan Aktivis Perempuan

Internasional
Beda Sikap Gubernur dan Ketua DPRD DKI soal Pembangunan Stadion BMW

Beda Sikap Gubernur dan Ketua DPRD DKI soal Pembangunan Stadion BMW

Megapolitan
Berandalan Bermotor Sukabumi Terlibat Bentrokan, Dihukum Bersihkan Tugu Adipura

Berandalan Bermotor Sukabumi Terlibat Bentrokan, Dihukum Bersihkan Tugu Adipura

Regional
5 Fakta Tewasnya CLP di Indekos Mampang: Ditemukan di Lemari hingga Luka di Kepala...

5 Fakta Tewasnya CLP di Indekos Mampang: Ditemukan di Lemari hingga Luka di Kepala...

Megapolitan
Menko PMK Pastikan Pembangunan Rumah Korban Gempa Berjalan Lancar

Menko PMK Pastikan Pembangunan Rumah Korban Gempa Berjalan Lancar

Nasional
Kuliah di Belanda Jangan Gampang 'Baper', Tahu Sebabnya?

Kuliah di Belanda Jangan Gampang "Baper", Tahu Sebabnya?

Edukasi
Berniat Menjemput Suami di Malaysia, Seorang Ibu Meninggal Usai Melahirkan di Kapal

Berniat Menjemput Suami di Malaysia, Seorang Ibu Meninggal Usai Melahirkan di Kapal

Regional
5 Turis India yang Mengemis dan Meramal di Nunukan Tak Bisa Bahasa Indonesia

5 Turis India yang Mengemis dan Meramal di Nunukan Tak Bisa Bahasa Indonesia

Regional
Trump: Kasus Pembunuhan Khashoggi Tak Pengaruhi Hubungan AS-Saudi

Trump: Kasus Pembunuhan Khashoggi Tak Pengaruhi Hubungan AS-Saudi

Internasional
Menko PMK Ungkapkan Potensi Besar Pariwisata Sumbawa Barat

Menko PMK Ungkapkan Potensi Besar Pariwisata Sumbawa Barat

Nasional
Prioritas Demokrat dan SBY yang Baru Turun Gunung Bulan Maret untuk Prabowo

Prioritas Demokrat dan SBY yang Baru Turun Gunung Bulan Maret untuk Prabowo

Nasional
Video Momen 30 Detik Saat Jokowi Dipeluk Erat Seorang Nenek

Video Momen 30 Detik Saat Jokowi Dipeluk Erat Seorang Nenek

Regional
Proses Identifikasi Korban Lion Air JT 610 yang Segera Berakhir...

Proses Identifikasi Korban Lion Air JT 610 yang Segera Berakhir...

Megapolitan
Bersemangat Lawan Hoaks, Warga Kulon Progo Bakar Ogoh-ogoh 'Butho'

Bersemangat Lawan Hoaks, Warga Kulon Progo Bakar Ogoh-ogoh "Butho"

Regional

Close Ads X