Beri Kelonggaran, AS Izinkan Irak Tetap Impor Listrik dari Iran - Kompas.com

Beri Kelonggaran, AS Izinkan Irak Tetap Impor Listrik dari Iran

Kompas.com - 08/11/2018, 20:59 WIB
Perwakilan khusus AS untuk Iran, Brian Hook.AFP / ANDREW CABALLERO-REYNOLDS Perwakilan khusus AS untuk Iran, Brian Hook.

BAGHDAD, KOMPAS.com - Irak akhirnya mendapat kelonggaran untuk tetap membeli listrik dari Iran meskipun ada sanksi AS.

Iran telah lama dilanda kekurangan sumber daya listrik dan menjadi sangat bergantung terhadap negara tetangganya.

Dengan langkah AS yang sejak Senin (5/11/2018) memberlakukan sanksi dengan membidik industri perbankan dan energi Iran, muncul kekhawatiran dari Irak akan kebutuhan listrik maupun barang konsumsi lainnya.

Namun akhirnya Baghdad berhasil mengamankan pengecualian untuk tetap mengimpor listrik Iran.

"Kami memberi Irak pengecualian yang memungkinkannya terus mengimpor listrik dari Iran untuk memenuhi kebutuhan energnya," kata Brian Hook, perwakilan khusus AS untuk Iran, Kamis (8/11/2018), seperti dilansir AFP.

Baca juga: PBB: ISIS Tinggalkan Lebih dari 200 Kuburan Massal di Irak

Meski mendapat pengecualian dan dapat terus mengimpor sumber daya dari Iran, namun Baghdad diharapkan dapat segera mengambil langkah alternatif dan melepaskan diri dari ketergantungan akan minyak Teheran.

"AS hanya memberi Irak 45 hari untuk membuat rencana tentang bagaimana Baghdad dapat secara bertahan berhenti menggunakan gas dan minyak Iran," kata sebuah sumber di Irak.

"Kami memberitahukan kepada AS bahwa kami mungkin membutuhkan waktu hingga empat tahun untuk dapat menjadi benar-benar mandiri dan mencari alternatif lain," tambah sumber.

Dikabulkannya pengecualian tersebut tak lepas dari proses pembicaraan yang dilakukan antara pejabat Irak dengan AS, termasuk dari Gedung Putih dan Departemen Keuangan.

Baghdad memiliki hubungan yang kuat dengan AS dalam koordinasinya di bidang keamanan, politik dan pemerintahan. Namun dalam hal ekonomi masih sangat bergantung pada Iran.

Hal tersebut membuat pejabat Irak berupaya keras melobi AS untuk dapat melindungi perekonomian mereka di tengah ketegangah yang meningkat.

Baca juga: Turki: Sanksi AS kepada Iran Langkah yang Berbahaya

"Irak bukan bagian dari rezim sanksi. Kami berbicara kepada semua pihak dan tidak ingin terlibat dalam konflik yang bukan menjadi bagian dari kami," kata Perdana Menteri Irak Adel Abdel-Mahdi, Selasa (6/11/2018).

Pekan lalu, sebelum kembali memberlakukan sanksi terhadap Iran, AS telah mengumumkan bahwa akan memberi izin kepada delapan negara untuk sementara waktu tetap membeli minyak dari Teheran.

Delapan negara tersebut yakni China, India, Italia, Yunani, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Turki.


Terkini Lainnya

Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Nasional
Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Nasional
Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Regional
'Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia'

"Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia"

Nasional
Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Nasional
Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Nasional
Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Internasional
Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Regional
KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

Nasional
Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Regional
Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Regional
Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

Regional
Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

Internasional
Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

Nasional
3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

Regional

Close Ads X