Kerusuhan Penjara di Tajikistan, Sedikitnya 20 Narapidana Tewas

Kompas.com - 08/11/2018, 18:55 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.

KHUJAND, KOMPAS.com - Kerusuhan dan bentrokan terjadi di sebuah penjara keamanan tinggi di Tajikistan, Kamis (8/11/2018). Sedikitnya 20 orang tahanan dan dua penjaga dilaporkan tewas dalam kerusuhan tersebut.

Melansir dari AFP, insiden bentrokan terjadi di penjara di kota Khujand, yang merupakan penjara terbesar kedua di Tajikistan dan menjadi tempat bagi tahanan dengan kejahatan serius, termasuk ekstremisme dan pembunuhan.

Salah satu sumber mengatakan korban tewas dari tahanan berjumlah sekitar 20 orang, sementara dari penjaga dua orang. Selain itu enam penjaga dilaporkan terluka.

Belum ada konfirmasi dari pihak penjara mengenai penyebab kerusuhan maupun jumlah korban akibat bentrokan tahanan dengan penjaga.


"Kerusuhan yang melibatkan puluhan tahanan terjadi pada Rabu (7/11/2018) malam dan berlanjut hingga Kamis," kata salah satu sumber keamanan kepada AFP dengan syarat anonimitas.

Baca juga: Bos Mafia Boston Ditemukan Tewas, Diduga Dibunuh di Penjara

Sebuah sumber mengatakan, kericuhan bermula dari tahanan yang menyita alat pemotong dari sebuah lokakarya di dalam penjara.

Sementara diberitakan Aljazeera, penyebab kerusuhan dipicu oleh salah seorang narapidana anggota ISIS yang menyerang seorang penjaga dan merebut senapan yang dibawa penjaga. Demikian menurut sumber pejabat kementerian dalam negeri.

Kerusuhan dapat dikendalikan setelah datang bala bantuan beberapa jam sejak pecahnya kerusuhan di penjara.

Jumlah pasti korban baik dari pihak narapidana maupun penjaga masih belum dapat dipastikan.

Pemerintah setempat mengkonfirmasi terjadinya kerusuhan namun menolak memberikan informasi lebih rinci.

Insiden kali ini bukan pertama kalinya terjadi di penjara di Kota Khujand, yang terletak sekitar 300 kilometer arah utara ibu kota Dushanbe.

Pada 2016, seorang penjaga dan seorang tahanan tewas setelah tiga narapidana memulai upaya pelarian.

Saat itu, kementerian dalam negeri mengatakan para tahanan berencana untuk kembali bergabung dengan kelompok ISIS.

Pada 1997, kerusuhan juga sempat terjadi di Penjara Khujand dan menewaskan 24 orang, menurut laporan Human Rights Watch.

Baca juga: Kabur dari Penjara, 30 Tahanan di Myanmar Disebut Menuju Thailand

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP,Aljazeera
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X