Kompas.com - 08/11/2018, 11:59 WIB
Ilustrasi Kapal tanker Thinkstock/Getty Images/Stewart SuttonIlustrasi Kapal tanker

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat memperingatkan semua pelabuhan dan perusahaan asuransi agar tidak melayani kapal-kapal Iran, sehubungan dengan penerapan sanksi baru.

Seperti diketahui, sejak Senin (5/11/2018), AS berupaya mengakhiri semua penjualan minyak Iran melalui sanksi.

Diwartakan AFP, Brian Hook, perwakilan khusus Kementerian Luar Negeri tentang kebijakan Iran, mengatakan sanksi AS diperpanjang sampai berlaku pada asuransi dan penjamin emisi.

Baca juga: AS Siapkan Sanksi Baru untuk Rusia terkait Serangan Racun Saraf

"Dengan sengaja memberikan layanan ini kepada perusahaan pelayaran Iran yang terkena sanksi akan menghasilkan pengenaan sanksi AS," kata Hook, Rabu (7/11/2018).

"Dari Terusan Suez ke Selat Malaka dan semua titik di antaranya," imbuhnya.

Dia mengatakan, kapal-kapal Iran kemungkinan akan beralih ke asuransi domestik. Tapi, dia meragukan mereka dapat menutupi kerugian yang mencapai jutaan atau miliaran dolar akibat sanksi.

"Jika ada kecelakaan yang melibatkan kapal tanker Iran, tidak mungkin perusahaan asuransi Iran ini bisa menutupi kerugian," ucapnya.

Hook mengatakan AS memang tidak menginginkan terjadinya insiden yang berhubungan dengan kapal Iran.

Namun sejauh ini, militer dikerahkan untuk berpatroli di Teluk dan bersekutu dengan saingan Iran Arab Saudi.

"Kami sangat berharap tidak akan ada kecelakaan, tetapi kecelakaan adalah kemungkinan yang sangat nyata," tuturnya.

Baca juga: Turki: Sanksi AS kepada Iran Langkah yang Berbahaya

Presiden AS Donald Trump pada Mei lalu menarik diri dari perjanjian internasional yang dinegosiasikan di bawah pendahulunya Barack Obama, di mana Iran membatasi program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi.

Pemerintahan Trump menyebut kesepakatan itu tidak membahas masalah lain, termasuk dukungan Teheran untuk kelompok regional seperti Hizbullah.

Namun, AS memberikan keringanan bagi 8 negara termasuk China, India dan Jepang, yang tidak akan langsung disanksi karena membeli minyak Iran.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X