Kompas.com - 08/11/2018, 06:48 WIB
Ilustrasi hukuman mati. ShutterstockIlustrasi hukuman mati.

KAIRO, KOMPAS.com - Pengadilan militer Mesir menjatuhkan hukuman mati 8 anggota kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) pada (7/11/2018).

Beberapa sumber mengatakan kepada AFP, seluruh terdakwa terbukti melakukan serangan mematikan terhadap tentara pada 2016.

Pengadilan di Ismailia juga menghukum 32 terdakwa dengan penjara seumur atau jangka waktu 25 tahun, sementara dua lainnya diganjar hukuman 15 tahun penjara.

Baca juga: PBB: ISIS Tinggalkan Lebih dari 200 Kuburan Massal di Irak

Ada dua terdakwa yang dibebaskan dari jerat hukum

8 orang yang dijatuhi hukuman mati tidak hadir dalam persidangan di pengadilan. Namun, mereka diadili karena melakukan pembunuhan terhadap tentara.

Mereka juga menyerang pos pemeriksaan dan kendaraan militer pada 2016.

Semuanya teridentifikasi sebagai anggota ISIS cabang Mesir, yang telah memimpin pemberontakan di Sinai Utara dan beberapa serangan di seluruh negeri.

Militer Mesir pernah meluncurkan serangan besar pada Februari lalu yang dijuluki "Sinai 2018" untuk mengusir para pemberontak dari semenanjung.

Pada Oktober lalu, sumber militer Mesir mengatakan sebanyak 450 tersangka anggota kelompok ekstremis dan sekitar 30 tentara telah tewas sejak operasi itu digelar.

Sejak militer Mesir menggulingkan presiden Mohamed Morsi pada 2014, pemerintah dan pasukan keamanan menindak keras oposisi sekuler dan gerakan ekstremis.

Baca juga: ISIS Klaim Tembaki Bus yang Tewaskan 7 Orang di Mesir

Serangan kelompok tersebut juga telah membunuh ratusan polisi, tentara, dan warga sipil.

Seperti diketahui, ISIS melakukan sejumlah serangan di Mesir. Yang terbaru, kelompok itu mengklaim bertanggung jawa atas serangan terhadap umat Kristen Koptik pada pekan lalu.

Rombongan umat Kristen Koptik di Provinsi Minya diserang kelompok bersenjata saat berada di bus. Sebanyak 7 orang tewas, termasuk satu umat Anglikan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.