Pompeo Tunda Rencana Pertemuannya dengan Orang Nomor Dua Korea Utara

Kompas.com - 07/11/2018, 17:15 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo (dua dari kanan) menyapa pejabat senior Korea Utara Kim Yong Chol (dua dari kiri) di Pyongyang, Jumat (6/7/2018). Kedatangan Pompeo adalah meminta detil komitmen denuklirisasi yang dicapai antara Pemimpin Korut Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump di Singapura (12/6/2018). AFP/ANDREW HARNIKMenteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo (dua dari kanan) menyapa pejabat senior Korea Utara Kim Yong Chol (dua dari kiri) di Pyongyang, Jumat (6/7/2018). Kedatangan Pompeo adalah meminta detil komitmen denuklirisasi yang dicapai antara Pemimpin Korut Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump di Singapura (12/6/2018).

WASHINGTON, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo secara tiba-tiba mengumumkan menunda rencana pertemuannya dengan pejabat tinggi Korea Utara di New York.

Disampaikan juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert, agenda pertemuan antara Pompeo dengan delegasi Korea Utara yang sedianya digelar Kamis (8/11/2018), harus ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

" Pertemuan akan diagendakan kembali ketika jadwal masing-masing pihak memungkinkan," kata Nauert dalam pernyataannya tanpa menjelaskan alasan penundaan tersebut.

Melansir dari AFP, Departemen Luar Negeri AS sebelumnya mengumumkan bahwa Pompeo akan bertemu dengan Kim Yong Chol, salah satu tangan kanan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, di New York, untuk membahas kemajuan dalam denuklirisasi.

Baca juga: Orang Nomor Dua Korea Utara Bertandang ke New York Pekan Ini

Pertemuan tersebut rencananya sekaligus mempersiapkan agenda pertemuan kedua antara Kim Jong Un dengan Presiden Donald Trump.

Sebelumnya, Pyongyang telah kembali menyuarakan tuntutan agar sanksi ekonomi terhadap Korea Utara segera dicabut dan mengancam bakal mengembalikan program pengembangan nuklirnya jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Pihak Korea Utara merasa AS tidak memberikan timbal balik atas proses denuklirisasi yang telah dilakukan Pyongyang, termasuk langkah penghancuran secara sepihak lokasi uji coba nuklirnya.

Namun Pompeo menanggapi tuntutan tersebut dengan mengatakan bahwa tidak ada pengurangan sanksi hingga tujuan akhir denuklirisasi yang tak dapat dipulihkan tercapai.

"Saya mengharapkan kami akan membuat beberapa kemajuan yang nyata, termasuk upaya yang dapat memastikan ada kemajuan yang substansial menuju denuklirisasi," kata Pompeo di CBS, Minggu (4/11/2018) lalu.

Baca juga: Bertemu Pompeo, Menlu China Minta AS Berhenti Bertindak Sesat

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X