Saudi Bakal Bayar Kompensasi kepada Keluarga dan Tunangan Khashoggi

Kompas.com - 07/11/2018, 13:31 WIB
Raja Salman Abdulaziz dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (dua di sisi kanan) saat menerima putra dan saudara jurnalis Jamal Khashoggi di Istana Kerajaan, Selasa (23/10/2018). AFP / HANDOUT / SPARaja Salman Abdulaziz dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (dua di sisi kanan) saat menerima putra dan saudara jurnalis Jamal Khashoggi di Istana Kerajaan, Selasa (23/10/2018).

RIYADH, KOMPAS.com - Arab Saudi dilaporkan bakal membayar kompensasi uang kepada keluarga serta tunangan jurnalis Jamal Khashoggi yang tewas dibunuh 2 Oktober lalu.

Kabar tersebut dihembuskan oleh sumber Turki kepada Al Jazeera, sebagaimana dikutip Middle East Eye Selasa (6/11/2018).

Baca juga: Buntut Kasus Khashoggi, Megaproyek Saudi Terancam Terganggu

Sumber itu menerangkan, Saudi bakal membayar diyat, atau kompensasi finansial sesuai dengan hukum Islam untuk kasus pembunuhan atau penganiayaan.

" Kompensasi tersebut bakal diberikan kepada keluarga serta tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz," ujar pejabat anonim tersebut.

Dalam wawancara dengan CNN, dua putra Khashoggi, Salah dan Abdullah, meminta agar jenazahnya dikembalikan supaya mereka bisa memakamkannya dengan layak di Madinah, kampung halamannya.

Mereka berdua menyatakan percaya kepada upaya yang dilakukan Raja Salman untuk menangkap pelakunya dan menghukumnya di pengadilan.

Sebelumnya, Khashoggi dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul ketika datang untuk mengurus dokumen pernikahannya dengan Cengiz.

Awalnya Saudi bersikukuh bahwa jurnalis berusia 59 tahun tersebut telah meninggalkan gedung konsulat dengan selamat.

Namun sumber penyelidik Turki mengungkapkan kontributor The Washington Post tersebut dibunuh dengan jenazahnya dimutilasi oleh 15 orang.

Penyelidik anonim Turki membeberkan jenazah Khashoggi dimutilasi untuk memudahkan ketika hendak dilenyapkan menggunakan cairan asam.

Riyadh akhirnya berujar Khashoggi tewas di dalam konsulat. Awalnya Khashoggi disebut tewas dalam pertikaian sebelum mengakui kasus itu merupakan pembunuhan berencana.

Media Turki Daily Sabah memberitakan, Riyadh mengirim tim beranggotakan 11 orang pada 11 Oktober untuk menutupi bukti pembunuhan Khashoggi.

Baca juga: Saudi Kirim Tim Pembersih untuk Hapus Jejak Kematian Khashoggi



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X