Kompas.com - 06/11/2018, 20:05 WIB

BEIRUT, KOMPAS.com - Seorang pejabat Lebanon menyebut Mesir sebagai salah satu tempat paling kotor di dunia dengan penduduknya seperti tinggal di kuburan.

Avedis Guidanian, yang juga menjabat sebagai pelaksana tugas menteri pariwisata, membuat pernyataan itu dalam wawancara dengan surat kabar lokal Daily Star pada Senin (5/11/2018).

Melansir dari The New Arab, komentar itu disampaikan Guidanian yang menanggapi persoalan industri pariwisata di Lebanon yang semakin merosot.

Dia juga menyebut pemberitaan negatif di media turut berperan dalam membawa industri pariwisata negara itu kian terpuruk.

"Kita banyak melihat di media yang mengatakan Lebanon tertutup sampah, bahwa lautnya tercemar, atau bahwa itu adalah destinasi wisata paling mahal di dunia. Baiklah, Anda telah merusak citra Lebanon," kata Guidanian.

Baca juga: Gadis 14 Tahun Asal Mesir Pecahkan Rekor Dunia Menyelam Lebih dari 55 Jam

Dia pun kemudian membandingkan negaranya dengan Mesir yang menurutnya lebih buruk dan merupakan salah satu tempat paling jorok di dunia.

"Maksud saya, coba Anda lihat Mesir, apakah ada tempat yang lebih kotor dari itu? Pendudukanya lebih ramai dari kami, lalu lintasnya lebih macet daripada di sini, orang-orang seperti tinggal di kuburan."

"Walau demikian di sana ada pariwisata. Itu karena mereka tahu bagaimana cara menjual negara itu," kata Guidanian.

Guidanian mengatakan pemberitaan media tentang krisis sampah dan polusi di Lebanon telah menodai citra negara itu di luar negeri.

"Kita memiliki kebebasan pers, yang mana itu sangat penting, tetapi hal itu telah digunakan dengan cara yang salah," ujarnya.

Lebanon saat ini tengah berupaya untuk membangkitkan kembali industri pariwisatanya yang mulai terpuruk sejak 2011 setelah adanya kekhawatiran akan terkena dampak konflik di negara tetangganya, Suriah.

Guidanian menyebut sektor pariwisata saat ini menyumbang hingga 10 persen dari total pendapatan Lebanon dengan 1,8 juta wisatawan datang ke negara itu pada 2017.

Jumlah itu menurun drastis dibandingkan 2,1 juta wisatawan yang datang pada 2010, menurut data dari Kementerian Pariwisata.

Baca juga: Untuk Kali Pertama Perempuan Kristen Menjadi Gubernur di Mesir

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.