Presiden Perancis: Eropa Harus Bisa Bertahan dari Rusia Bahkan AS

Kompas.com - 06/11/2018, 16:04 WIB
(Dari kiri ke kanan) Presiden Rusia Vladimir Putin, Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Prancis Emmanuel Macron berpegangan tangan setelah konferensi pers dalam pertemuan mencari solusi politik abadi terhadap perang saudara di Suriah. Pertemuan digelar di Vahdettin Mansion di Istanbul, pada Sabtu (27/10/2018). (AFP/Maxim Shipenkov) (Dari kiri ke kanan) Presiden Rusia Vladimir Putin, Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Prancis Emmanuel Macron berpegangan tangan setelah konferensi pers dalam pertemuan mencari solusi politik abadi terhadap perang saudara di Suriah. Pertemuan digelar di Vahdettin Mansion di Istanbul, pada Sabtu (27/10/2018). (AFP/Maxim Shipenkov)

PARIS, KOMPAS.com - Presiden Perancis Emmanuel Macron mendesak agar Benua Eropa bisa membentuk pasukan yang tangguh dalam peringatan 100 tahun Perang Dunia I.

Dilaporkan AFP Selasa (6/11/2018), tentara itu harus bisa melindungi Eropa dari Rusia, bahkan Amerika Serikat ( AS) sekalipun.

Baca juga: Presiden Perancis Kritik Keputusan Belgia Beli F-35 dari AS

Dalam wawancara dengan radio Europe 1, Macron berkata Eropa harus mulai mengurangi ketergantungan terhadap Washington.

Apalagi sejak Presiden Donald Trump mengumumkan niatnya untuk menarik AS keluar dari perjanjian nuklir era Perang Dingin.

Presiden berusia 40 tahun itu berujar, jika AS jadi keluar dari Perjanjian Nuklir Jarak Menengah (INF) itu, maka yang jadi korban adalah keamanan Eropa.

"Kami harus melindungi diri kami sendiri, tanpa mengurangi rasa hormat, dari China, Rusia, bahkan AS," tegas Macron.

Dia melanjutkan, para pemimpin Benua Biru tidak akan bisa melindungi warganya selama tak mempunyai pasukan yang hebat.

Apalagi, Rusia disebutnya bisa memberikan ancaman bagi negara yang berbatasan dengannya. "Penting untuk mempunyai pasukan yang bisa melindungi Eropa tanpa bergantung kepada AS," tegasnya.

Tahun lalu, Uni Eropa meluncurkan proyek miliaran euro untuk mengembangkan kemampuan militer dan membuat benua itu lebih mandiri.

Perancis juga menjadi ujung tombak pembentukan pasukan gabungan sembilan negara untuk operasi militer, evakuasi dari zona perang, hingga membantu jika terjadi bencana.

"Perdamaian di Eropa tak bisa dibantah," ujar presiden yang mendesak dibentuknya tentara gabungan Eropa sejak menjabat pada Mei 2017 itu.

Dia menyatakan Eropa telah beberapa kali diserang baik di sektor keamanan siber hingga upaya mengintervensi demokrasi di negara masing-masing.

Baca juga: Presiden Perancis Ajak Rakyatnya untuk Berhenti Mengeluh



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X