Kompas.com - 06/11/2018, 14:33 WIB
|

MANILA, KOMPAS.com - Seorang kolonel polisi yang masuk dalam daftar hitam pengedar narkoba bikinan Presiden Rodrigo Duterte tewas dalam baku tembak.

Kepolisian Filipina, Selasa (6/11/2018), menjelaskan bahwa baku tembak itu terjadi dalam sebuah operasi pemberantasan narkoba.

Kepolisian menambahkan, Santiago Rapiz, seorang perwira polisi di kota Dipolog, wilayah selatan Filipina, masuk dalam daftar 6.000 tersangka pengedar narkoba.

Baca juga: Duterte: Perang Filipina Melawan Narkoba Masih Jauh dari Selesai

Daftar itu disusun pemerintahan Presiden Duterte setelah dia meluncurkan kampanye perang melawan narkoba setelah memenangkan pilpres 2016.

Rapiz menjual metamfetamin seharga 50.000 peso atau sekitar Rp 14 juta kepada seorang polisi yang menyamar di Dipolog, Senin (5/11/2018).

"Terjadi kejar-kejaran singkat dan saat dia terpojok, Rapiz menembaki petugas kami," kata Romeo Caramat, kepala gugus tugas kontra-intelijen Kepolisian Filipina.

Selain menjual narkoba, lanjut Caramat, Rapiz juga dituduh melindungi para bandar dan terlibat dalam penjualan barang-barang haram tersebut.

Sejak perang melawan narkoba dikobarkan Duterte sejak 2016, hampir 5.000 orang kehilangan nyawa.

Baca juga: Filipina Berencana Bawa Perang Melawan Narkoba ke Lingkungan Sekolah

Sejumlah kelompok pembela HAM mengatakan ribuan orang itu tewas dieksekusi dalam upaya pemerintah memberantas peredaran narkoba.

Namun, kepolisian menepis tuduhan itu dan menegaskan ribuan orang itu tewas dalam baku tembak karena mereka melawan saat hendak ditangkap.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Arab News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.