Kasus Khashoggi Picu Warga Saudi Ramai-ramai Boikot Amazon

Kompas.com - 06/11/2018, 13:33 WIB
Aplikasi belanja Amazon Shopping di Android.Istimewa Aplikasi belanja Amazon Shopping di Android.

RIYADH, KOMPAS.com - Warga Arab Saudi tidak begitu senang dengan cara Washington Post memberitakan kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di gedung konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu.

Akibatnya, muncul aksi ramai-ramai boikot situs jual beli online, Amazon.

Diwartakan CNN, Senin (5/11/2018), ribuan pengguna sosial media di Saudi menyerukan boikot terhadap situs yang didirikan oleh Jeff Bezon.

Baca juga: Saudi Kirim Tim Pembersih untuk Hapus Jejak Kematian Khashoggi


Pasalnya, Bezon termasuk pemilik Washington Post dan sejauh ini memiliki saham terbesar di Amazon.

Sementara, Khashoggi merupakan kolumnis Washington Post. Surat kabar itu berulang kali meminta informasi sahih mengenai kematian Saudi dan agar pelaku pembunuhan diadili.

Pada Jumat lalu, Post bahkan menerbitkan kolom opini editorial yang diisi oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan.

"Perintah pembunuhan untuk membunuh Khashoggi berasal dari level tertinggi pemerintahan Saudi," tulisnya.

Warganet di Twitter dan media lokal mengecam "kampanye media" itu karena dianggap bertujuan menodai citra Arab Saudi dan Putra Mahkota Pangeran Mohammmed bin Salman.

Wartawan Saudi, Bandar Otyf, menyebut Post secara konsisten menerbitkan artikel yang memfitnah.

"Mari kita membela bangsa kita, boikot Amazon untuk mengirim pesan pemiliknya agar sadar dengan skala kekacauan," imbuhnya.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Sebab Pembatalan Kunjungan Trump ke Denmark, Ini 5 Fakta Greenland yang Perlu Diketahui

Jadi Sebab Pembatalan Kunjungan Trump ke Denmark, Ini 5 Fakta Greenland yang Perlu Diketahui

Internasional
Serang Pemiliknya, 3 Ekor Singa Afrika Terpaksa Ditembak Mati

Serang Pemiliknya, 3 Ekor Singa Afrika Terpaksa Ditembak Mati

Internasional
Trump Batalkan Kunjungan karena Isu Greenland, Denmark Kaget

Trump Batalkan Kunjungan karena Isu Greenland, Denmark Kaget

Internasional
Yunani Mengaku Tak Ada Permintaan Berlabuh dari Kapal Tanker Iran

Yunani Mengaku Tak Ada Permintaan Berlabuh dari Kapal Tanker Iran

Internasional
Intelijen AS Sebut ISIS Masih Punya 18.000 Tentara dan Dana Perang Rp 5,7 Triliun

Intelijen AS Sebut ISIS Masih Punya 18.000 Tentara dan Dana Perang Rp 5,7 Triliun

Internasional
AS Hendak Jual Jet Tempur F-16 Terbaru ke Taiwan, China Ancam Berikan Sanksi

AS Hendak Jual Jet Tempur F-16 Terbaru ke Taiwan, China Ancam Berikan Sanksi

Internasional
Greenland Tak Dijual, Trump Batalkan Kunjungan ke Denmark

Greenland Tak Dijual, Trump Batalkan Kunjungan ke Denmark

Internasional
Setia, Seekor Anjing Mati 15 Menit Setelah Pemiliknya Meninggal

Setia, Seekor Anjing Mati 15 Menit Setelah Pemiliknya Meninggal

Internasional
Pekerja Konsulat Inggris di Hong Kong Ditangkap China karena Melanggar Aturan

Pekerja Konsulat Inggris di Hong Kong Ditangkap China karena Melanggar Aturan

Internasional
Ketahuan Mencuri Mobil, Pendeta di Nigeria Mengaku Disuruh Setan

Ketahuan Mencuri Mobil, Pendeta di Nigeria Mengaku Disuruh Setan

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Lukisan Mona Lisa Dicuri

Hari Ini dalam Sejarah: Lukisan Mona Lisa Dicuri

Internasional
Kebakaran Hutan di Brasil Catatkan Rekor Terbaru pada Tahun Ini

Kebakaran Hutan di Brasil Catatkan Rekor Terbaru pada Tahun Ini

Internasional
Baru 3 Bulan Punya Bayi, Meghan dan Harry Sudah Rekrut Pengasuh Ketiga

Baru 3 Bulan Punya Bayi, Meghan dan Harry Sudah Rekrut Pengasuh Ketiga

Internasional
Tidak Lapor Bawa Uang Tunai Rp 5 Milliar ke Singapura, Pria Indonesia Didenda Rp 284 Juta

Tidak Lapor Bawa Uang Tunai Rp 5 Milliar ke Singapura, Pria Indonesia Didenda Rp 284 Juta

Internasional
Jet Tempur F-16 AS yang Dijual ke Taiwan Bisa Dipakai Bertempur hingga 2070

Jet Tempur F-16 AS yang Dijual ke Taiwan Bisa Dipakai Bertempur hingga 2070

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X