Setelah Australia Merapat ke Jerusalem...

Kompas.com - 06/11/2018, 08:31 WIB
Dome of the Rock, yang berada di kompleks yang sama dengan Masjid Al-Aqsa di Jerusalem.AFP Photo/THOMAS COEX Dome of the Rock, yang berada di kompleks yang sama dengan Masjid Al-Aqsa di Jerusalem.

ISU relasi Israel- Palestina terus menjadi perbincangan dunia. Mulai dari konflik yang membara di Jalur Gaza, bencana kemanusiaan yang terus terjadi, hingga sengkarut perebutan wilayah di Jerusalem, menyedot perhatian publik.

Isu Israel-Palestina juga menjadi medan kontestasi kekuatan politik dan diplomasi antara negara-negara yang memiliki irisan kepentingan, yaitu Amerika Serikat (AS), China, Turki, Rusia, dan negara-negara Eropa.

Pemerintah AS mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Negara Israel. Bahkan, pemerintah AS telah memindahkan kantor kedutaan negaranya untuk Israel ke Jerusalem pada Mei 2018.

Pemindahan kantor kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Jerusalem itu menimbulkan polemik panjang dan perdebatan di berbagai negara. Manuver Presiden AS Donald Trump ini juga memicu naiknya temperatur politik di perbatasan Israel-Palestina.

Belakangan, mengikuti Amerika Serikat, pemerintah Australia berencana memindahkan kantor Kedutaan dari Tel Aviv ke Jerusalem, merujuk rencana yang diungkapkan Perdana Menteri Australia Scott Morisson. 

PM Morrison menegaskan bahwa pemikirannya didasarkan pada diskusi panjang dengan mantan Dubes Australia untuk Israel, Dave Sharma.

Meski Sharma merupakan calon kelompok pemerintah untuk pemilu sela memperebutkan kursi yang ditinggalkan PM Malcolm Turnbull, Morrison membantah bahwa pernyataannya ditujukan untuk menggaet simpati dan dukungan dari komunitas Yahudi.

Baca juga: Relokasi Kedubes Australia di Israel Bakal Tuai Reaksi Negatif dari Indonesia

Lebih lanjut, PM Morrison menyatakan ingin mendorong diplomasi politik Australia dalam proses perdamaian Israel-Palestina, pada pewujudan solusi dua negara.

“Kami berkomitmen pada solusi dua negara, namun terus terang saja, keadaannya tidak begitu bagus, tak banyak kemajuan yang dicapai,” ungkap Morrison seperti dikutip BBC pada Selasa (16/10/2018).

PM Morrison mengakui, skenario politik Australia untuk masa depan Israel-Palestina adalah Jerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina dan Jerusalem Barat sebagai ibu kota Israel.

Menyikapi rencana itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan betapa rencana pemerintah Australia akan memicu konflik baru, serta mengancam stabilitas kawasan. Karenanya, dia meminta rencana itu tidak dilanjutkan.

“Untuk terus mendukung proses perdamaian Palestina-Israel sesuai dengan prinsip-prinsip yang sudah disepakati dan tidak mengambil langkah yang dapat mengancam proses perdamaian itu sendiri dan mengancam stabilitas keamanan dunia,” ungkap Retno.

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Terima Kunjungan Presiden Ukraina, Kanselir Jerman Kejang-kejang

Terima Kunjungan Presiden Ukraina, Kanselir Jerman Kejang-kejang

Internasional
Ditabrak Rombongan Pangeran William-Kate Middleton, Nenek 83 Tahun Alami Luka Serius

Ditabrak Rombongan Pangeran William-Kate Middleton, Nenek 83 Tahun Alami Luka Serius

Internasional
Terkena Kondisi Aneh, Payudara Wanita Ini Tumbuh Tak Terkendali

Terkena Kondisi Aneh, Payudara Wanita Ini Tumbuh Tak Terkendali

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah | China dan Jepang Diguncang Gempa

[POPULER INTERNASIONAL] AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah | China dan Jepang Diguncang Gempa

Internasional
YouTuber Ini Beli Sebuah Kota Kecil di AS untuk Diubah Namanya

YouTuber Ini Beli Sebuah Kota Kecil di AS untuk Diubah Namanya

Internasional
PBB: Indonesia Ikut Bertanggung Jawab dalam Pertumbuhan Populasi Dunia pada 2050

PBB: Indonesia Ikut Bertanggung Jawab dalam Pertumbuhan Populasi Dunia pada 2050

Internasional
Trump Sebut Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman Masalah Kecil

Trump Sebut Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman Masalah Kecil

Internasional
Kelaparan, Seekor Beruang Kutub Ditemukan Berkeliaran di Siberia

Kelaparan, Seekor Beruang Kutub Ditemukan Berkeliaran di Siberia

Internasional
Diultimatum soal Pembelian S-400, Turki Sebut AS Tak Bertindak Layaknya Sekutu

Diultimatum soal Pembelian S-400, Turki Sebut AS Tak Bertindak Layaknya Sekutu

Internasional
Gempa Berkekuatan 6,8 Landa Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Gempa Berkekuatan 6,8 Landa Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Internasional
Catatkan Rekor, 885 Pendaki Capai Puncak Everest di Bulan Mei

Catatkan Rekor, 885 Pendaki Capai Puncak Everest di Bulan Mei

Internasional
Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

Internasional
Ledakan Misterius di Perbatasan China-Korut karena Aktivitas Penambangan Batu

Ledakan Misterius di Perbatasan China-Korut karena Aktivitas Penambangan Batu

Internasional
Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Ini Kerjakan PR di Bawah Lampu Jalanan

Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Ini Kerjakan PR di Bawah Lampu Jalanan

Internasional
Trump Kirim 1.000 Tentara ke Timur Tengah, Rusia Peringatkan AS untuk Menahan Diri

Trump Kirim 1.000 Tentara ke Timur Tengah, Rusia Peringatkan AS untuk Menahan Diri

Internasional

Close Ads X