Putra Mahkota Saudi Luncurkan Proyek Pembangunan Riset Reaktor Nuklir

Kompas.com - 06/11/2018, 06:41 WIB
Pangeran Mohammed bin Salman.AFP/FAYEZ NURELDINE Pangeran Mohammed bin Salman.

RIYADH, KOMPAS.com - Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman meletakkan batu fondasi untuk pembangunan proyek riset reaktor nuklir pertama pada Senin (5/11/2018).

Kerajaan Saudi disebut bakal mendiversifikasi bauran energinya.

AFP mencatat, reaktor nuklir tersebut merupakan salah satu dari 7 proyek yang diluncurkan pangeran selama berkunjung ke King Abdulaziz City for Science and Technology (KACST) di Riyadh.

Baca juga: Saudi Kirim Tim Pembersih untuk Hapus Jejak Kematian Khashoggi


Laporan kantor berita SPA tidak merinci tentang kapan penelitian mulai dilakukan dan reaktor non-listrik ini akan dibangun, serta berapa biayanya.

Arab Saudi saat ini menggunakan minyak dan gas alam untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi penduduk dan permintaannya cepat tumbuh.

Selain itu, energi juga diperlukan untuk memurnikan air di negara tersebut.

Pengekspor minyak mentah terbesar di dunia memang berencana membangun 16 reaktor nuklir selama dua dekade ke depan senilai 80 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.198 triliun.

Saudi berupaya melakukan diversifikasi energi, meski ada kekhawatiran atas proliferasi nuklir di Timur Tengah.

Di sisi lain, Pangeran Mohammed mengatakan pada Maret lalu, jika Iran mengembangkan senjata nuklir, maka Saudi akan melakukan hal yang sama.

Melansir Arab News, kunjungan Pangeran Mohammed ke KACST juga meluncurkan proyek lain seperti laboratorium genom untuk menanggulangi penyakit genetik.

Baca juga: Pemerintah Diminta Batalkan Rencana Pengiriman 30.000 TKI ke Arab Saudi

Laboratorium Nasional Genom Manusia Saudi berisi teknologi terbaru dalam studi kode genetik, dan 100.000 sampel yang sedang diperiksa untuk membuat basis data medis.

Selain itu, Pangeran Mohammed juga meninjau dua instalasi desalinasi air bertenaga surya.

Sebuah pabrik di Al-Khafji itu akan memiliki kapasitas pengelolaan air jongga 60.000 meter kubik per hari, sementara yang lain di Yanbu akan memiliki kapasitas 5.200 meter kubik per hari.



Terkini Lainnya

Pemerintah Meksiko Bakal Lelang Mobil Mewah yang Disita dari Penjahat

Pemerintah Meksiko Bakal Lelang Mobil Mewah yang Disita dari Penjahat

Internasional
Washington Legalkan Pengomposan Jenazah Manusia

Washington Legalkan Pengomposan Jenazah Manusia

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perempuan Korut Dijual di China | Pernyataan Pendiri Huawei

[POPULER INTERNASIONAL] Perempuan Korut Dijual di China | Pernyataan Pendiri Huawei

Internasional
Beli Nomor Cantik Seharga Rp 41 Juta, Hidup Pria Ini Justru Sengsara

Beli Nomor Cantik Seharga Rp 41 Juta, Hidup Pria Ini Justru Sengsara

Internasional
Perang Sipil Bikin Warga Suriah Berhemat Saat Ramadhan

Perang Sipil Bikin Warga Suriah Berhemat Saat Ramadhan

Internasional
PM India Beri Selamat ke Presiden Jokowi Pakai Bahasa Indonesia

PM India Beri Selamat ke Presiden Jokowi Pakai Bahasa Indonesia

Internasional
Sadar dari Mabuk, Pria Ini Dapati Penisnya Sudah Dipotong

Sadar dari Mabuk, Pria Ini Dapati Penisnya Sudah Dipotong

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Cixi, Permaisuri Kontroversial di China

Biografi Tokoh Dunia: Cixi, Permaisuri Kontroversial di China

Internasional
Slovenia Buka Pendaftaran sebagai Mata-mata

Slovenia Buka Pendaftaran sebagai Mata-mata

Internasional
Iran Tak Bakal Bernegosiasi dengan Trump, kecuali...

Iran Tak Bakal Bernegosiasi dengan Trump, kecuali...

Internasional
Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Internasional
Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Internasional
Mahathir Ucapkan Selamat kepada Presiden Jokowi atas Kemenangan di Pemilu 2019

Mahathir Ucapkan Selamat kepada Presiden Jokowi atas Kemenangan di Pemilu 2019

Internasional
Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Internasional
Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Internasional

Close Ads X