Kompas.com - 05/11/2018, 21:14 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - China mengecam Pemerintah AS yang kembali memberlakukan sanksi yang menargetkan sektor minyak dan keuangan Iran. Beijing pun berjanji akan tetap melanjutkan perdagangan bilateral dengan Teheran.

Kementerian Luar Negeri China, melalui juru bicaranya Hua Chunying, pada Senin (5/11/2018), menyampaikan pernyataan sikapnya terhadap sanksi yang dijatuhkan Pemerintahan Donald Trump terhadap Iran tersebut.

"China menentang tindakan sanksi sepihak dan yurisdiksi lengan panjang yang dilakukan AS terhadap Iran," kata Hua Chunying dalam konferensi pers, seperti dilansir AFP.

Yurisdiksi lengan panjang yakni kemampuan pengadilan lokal suatu negara untuk melaksanakan yurisdiksi atas terdakwa asing, baik atas dasar hukum atau melalui yurisdiksi yang melekat pada pengadilan.

Baca juga: Protes Sanksi Terberat, Warga Iran Bakar Bendera AS dan Uang Dollar

"Kami percaya bahwa kerja sama normal (dengan Iran) dalam hukum internasional adalah hal yang legal dan sah, dan hal ini harus dihormati," lanjutnya.

AS sebelumnya mengumumkan adanya pengecualian sementara untuk delapan negara untuk dapat terus memberli minyak dari Iran, sebagai langkah menghindari gangguan ekonomi serta pasar global negara tersebut.

Namun demikian, tidak dijelaskan secara rinci negara mana saja yang termasuk dalam pengecualian tersebut, meski para pakar meyakini di antaranya terdapat China, Jepang, India dan Turki.

Mengenai pengecualian AS tersebut, Hua mengatakan bahwa Beijing melakukan hubungan kerja sama yang normal dengan Teheran dalam kerangka hukum internasional.

Langkah pemberlakuan kembali sanksi terhadap Iran dilakukan AS mengikuti keputusan Presiden Donald Trump yang keluar dari Kesepakatan Nuklir 2015 yang dianggap tak mampu membatasi Teheran dalam melakukan aktivitas nuklirnya.

Sementara, Presiden Iran Hassan Rouhani menegakan bahwa negaranya akan tetap menjual hasil minyak bumi dan mengabaikan sanksi AS.

"Saya dengan bangga menyampaikan bahwa kami akan mematahkan sanksi ilegal dan tak adil yang telah melanggar peraturan internasional," kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan televisi.

Baca juga: AS Bebaskan Delapan Negara untuk Tetap Impor Minyak dari Iran

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.