Afghanistan Pastikan Kirim Delegasi ke Pertemuan dengan Taliban di Rusia

Kompas.com - 05/11/2018, 20:22 WIB
Warga Afghanistan berjalan di bawah spanduk kandidat anggota parlemen jelang dilangsungkannya pemilihan yang akan digelar pada 20 Oktober mendatang. AFP / WAKIL KOHSARWarga Afghanistan berjalan di bawah spanduk kandidat anggota parlemen jelang dilangsungkannya pemilihan yang akan digelar pada 20 Oktober mendatang.

KABUL, KOMPAS.com - Pemerintah Afghanistan telah mengkonfirmasi bakal mengirimkan delegasinya untuk hadir dalam pertemuan dialog internasional di Rusia membahas konflik negaranya, pada Jumat (9/11/2018) mendatang.

Kepastian tersebut setelah Dewan Perdamaian Tinggi Afghanistan, yang bertanggung jawab dalam upaya rekonsiliasi dengan kelompok militan, menyampaikan bakal mengirim perwakilan ke pertemuan tersebut.

"Kami akan mengirim empat perwakilan ke pertemuan itu," kata juru bicara dewan perdamaian tinggi, Sayed Ihsan Taheri kepada AFP, Senin (5/11/2018).

Baca juga: Jenderal AS Akui Taliban di Afghanistan Tak Bisa Dikalahkan

Meski demikian, pihak Kementerian Luar Negeri Afghanistan tetap menolak mengkonfirmasi pengiriman delegasi tersebut dengan alasan masih melakukan pembicaraan dengan pejabat Rusia.

"Kami masih melakukan negosiasi dengan para pejabat Rusia," kata juru bicara kementerian, Sebaghtullah Ahmadi.

Pernyataan senada juga disampaikan pihak Taliban, melalui juru bicaranya Zabiullah Mujahid, yang mengatakan masih mempertimbangkan keikutsertaan dalam proses dialog yang digelar Rusia tersebut.

Sebelumnya, pada Sabtu (3/11/2018), Pemerintah Rusia mengumumkan akan menjadi tuan rumah pertemuan dialog internasional membahas konflik 17 tahun Afghanistan pada 9 November mendatang.

Selain perwakilan dari Afghanistan dan Taliban, pihak Rusia juga mengundang AS, India, Iran, China, Pakistan dan lima negara bekas Soviet di Asia Tengah.

Pihak kedutaan besar AS di Kabul belum memberikan tanggapan terkait rencana pertemuan tersebut.

Rusia sebelumnya telah mengupayakan pertemuan dialog tersebut pada bulan September lalu, namun batal lantaran Kabul bersikeras ingin agar proses dialog dipimpin Afghanistan.

Baca juga: Rusia Bakal Jadi Tuan Rumah Pertemuan Afghanistan dengan Taliban

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X