Saudi Kirim "Tim Pembersih" untuk Hapus Jejak Kematian Khashoggi

Kompas.com - 05/11/2018, 16:04 WIB
Tampak luar gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, tempat di mana jurnalis Jamal Khashoggi terakhir terlihat.AFP / OZAN KOSE Tampak luar gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, tempat di mana jurnalis Jamal Khashoggi terakhir terlihat.

ANKARA, KOMPAS.com - Sebuah tim yang termasuk di dalamnya seorang ahli kimia dan toksikologi dikirim pemerintah Arab Saudi ke Istanbul, Turki sembilan hari setelah kematian Jamal Kashoggi.

Harian Sabah terbitan Senin (5/11/2018) menyebut, tim tersebut dikirim ke kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul untuk membersihkan bukti-bukti pembunuhan Khashoggi.

Harian itu menambahkan, tim beranggotakan 11 orang itu tiba di Istanbul pada 11 Oktober, termasuk ahli kimia Abdulaziz Aljanobi dan pakar toksikologi Khaled Yahya Al Zahrani.

Baca juga: Jenazah Jamal Khashoggi Dimutilasi agar Lebih Mudah Dilenyapkan

"Tim itu masuk ke Istanbul bukan untuk memperjalas masalah tetapi untuk menghapus jejak pembunuhan," demikian seorang sumber kepada harian Sabah.

Kedua pakar itu digambarkan harian Sabah sebagai "para pembersih". Keduanya diyakini mengunjungi kantor konsulat Saudi setiap hari selama sepekan sebelum meniggalkan Turki pada 17 Oktober 2018.

Pemerintah Arab Saudi sebelumnya menolak permohonan Turki untuk memeriksa kantor konsulatnya di Istanbul.

Pada 17 Oktober, di saat tim itu sudah meninggalkan Istanbul, pemerintah Saudi baru mengizinkan aparat keamanan Turki memasuki bangunan tersebut.

Selanjutnya setelah sempat membantah terlibat dalam pembunuhan Khashoggi, pemerintah Arab Saudi pada 25 Oktober lalu mengakui Khashoggi menjadi korban pembunuhan di dalam gedung itu.

Di sisi lain, pemerintah Arab Saudi menangkap 18 orang yang diklaim sebagai "tim pembunuh" yang dikirim ke Istanbul sebelum insiden Khashoggi terjadi.

Meski sudah mengakui bahwa Khashoggi tewas dibunuh, tetapi hingga saat ini keberadaan jenazah sang jurnalis belum diketahui.

Baca juga: Kepada AS Pangeran MBS Sebut Jamal Khashoggi Orang Berbahaya

Pada 31 Oktober lalu, seorang pejabat Turki mengatakan kepada harian The Washington Post, jenazah Khashoggi dihancurkan dengan menggunakan cairan asam.

Proses untuk menghilangkan jenazah Khashoggi itu dilakukan di kediaman konjen Arab Saudi yang berada tak jauh dari kantor konsulat.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Internasional
Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Internasional
Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Internasional
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Internasional
Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Internasional
Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Internasional
Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Internasional
'Candy Bomber', Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

"Candy Bomber", Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

Internasional
Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Internasional
Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Internasional
Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

Internasional
Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Internasional
2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

Internasional

Close Ads X