Rusia Bakal Jadi Tuan Rumah Pertemuan Afghanistan dengan Taliban

Kompas.com - 04/11/2018, 15:47 WIB
Pasukan keamanan Afghanistan berjaga-jaga di kota Farah yang baru saja direbut dari kelompok milisi Taliban pada 19 Mei 2018. Pemerintah Afghanistan telah memulai gencatan senjata sepihak dengan Taliban selama sepekan ke depan sejak Selasa (12/6/2018). AFP / HAMEED KHANPasukan keamanan Afghanistan berjaga-jaga di kota Farah yang baru saja direbut dari kelompok milisi Taliban pada 19 Mei 2018. Pemerintah Afghanistan telah memulai gencatan senjata sepihak dengan Taliban selama sepekan ke depan sejak Selasa (12/6/2018).

MOSKWA, KOMPAS.com - Pemerintah Rusia mengumumkan pada Sabtu (3/11/2018) akan menjadi tuan rumah pertemuan dialog internasional membahas konflik di Afghanistan pada 9 November mendatang.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan telah mengundang perwakilan dari pemerintah Afghanistan dan juga kelompok Taliban untuk turut hadir dalam pertemuan.

Moskwa bahkan mengklaim Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dan Taliban telah setuju untuk mengirimkan delegasinya ke acara pertemuan.

" Pertemuan ini akan menjadi pertama kalinya delegasi dari Kantor Politik Pergerakan Taliban di Doha ambil bagian dalam dialog internasional setingkat ini," kata Kementerian Luar Negeri Rusia.

Baca juga: Jenderal AS Akui Taliban di Afghanistan Tak Bisa Dikalahkan

Meski demikian klaim Moskwa tidak sepenuhnya didukung oleh Pemerintahan Afghanistan, yang mengaku belum memberi konfirmasi untuk hadir.

"Kami masih membicarakan dan bernegosiasi dengan pejabat Rusia (terkait konferensi). Kami belum mencapai kesepakatan," kata juru bicara kementerian luar negeri, Sebghatullah Ahmadi kepada AFP.

Moskwa menambahkan, selain perwakilan dari Afghanistan dan Taliban, undangan juga telah disampaikan kepada AS, India, Iran, China, Pakistan dan lima negara bekas Soviet di Asia Tengah.

"Rusia telah menegaskan kembali posisinya bahwa tidak ada alternatif lain untuk penyelesaian masalah politik di Afghanistan," tulis pernyataan kementerian.

Ini bukan kali pertama Rusia mengajukan diri sebagai tuan rumah dalam pertemuan membahas perdamaian di Afghanistan. Pada April 2017, pertemuan serupa sempat diselenggarakan di Moskwa.

Sementara, pemerintah AS telah memperbarui upaya untuk melibatkan Taliban dalam pembicaraan damai dengan pemerintah Afghanistan.

Perwakilan Taliban dikabarkan telah bertemu dengan pejabat AS setidaknya sebanyak dua kali di Qatar dalam beberapa bulan terakhir.

Pertemuan terakhir pada 12 Oktober lalu dengan AS mengutus Zalmay Khalilzad.

Baca juga: Bahas Konflik Afghanistan, Taliban Bertemu AS di Qatar

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X