Pemimpin Tertinggi Iran Sebut Trump Telah Mempermalukan AS

Kompas.com - 04/11/2018, 10:31 WIB
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. AFP / HANDOUT / KHAMENEI.IRPemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

TEHERAN, KOMPAS.com - Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengecam AS yang kembali memberlakukan sanksi terhadap negara republik Islam tersebut.

Khamenei dalam pernyataannya, menyebut Presiden Donald Trump sebagai seorang pecundang terbesar yang telah mempermalukan kehormatan AS.

"Presiden baru AS ini.. telah mempermalukan kehormatan AS yang tersisa dan demokrasi liberal mereka."

"Kekuatan Amerika, yakni kekuatan ekonomi dan militer mereka, juga semakin menurun," kata Khamenei melalui akun Twitter berbahasa Persia miliknya, yang mengutip dari pidatonya di Teheran, Sabtu (3/11/2018).


Khamenei menolak sanksi baru AS yang akan mulai berlaku pada Senin (5/11/2018), setelah Trump menarik diri dari Kesepakatan Nuklir 2015 pada Mei lalu.

Baca juga: Demi Melawan Iran, Relasi Israel dan Negara Teluk Semakin Mesra

Trump menyebut kesepakatan itu perlu diperbarui karena dianggap masih mengizinkan Iran untuk mengembangkan program nuklirnya.

Khamenei menyebut bertentangan antara Iran dengan AS telah berlangsung selama 40 tahun dan selama itu pula AS terus berupaya melawan Iran dengan berbagai cara, mulai dari perang militer, ekonomi dan media.

"Ada fakta yang menjadi kunci di sini, bahwa dalam pertentangan selama 40 tahun ini, yang kalah adalah AS dan yang menang adalah Republik Islam," kata Khamenei dilansir AFP.

Pemimpin tertinggi Iran itu mengatakan, sanksi AS yang ditujukan untuk melumpukan perekonomian negaranya, justru telah mendorong gerakan menuju swasembada.

"Kaum muda kami, di seluruh negeri, mendukung akan kemerdekaan Iran. Beberapa dari mereka mungkin tidak begitu relijius, namun mereka tetap sensitif terhadap dominasi negara asing," kata Khamenei.

Sebelumnya, selain memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran, AS juga menambahkan sebanyak 700 individu dan entitas ke dalam daftar hitam Iran, serta mendorong jaringan perbankan global untuk memutus hubungan dengan Teheran sebagai bentuk penerapan tekanan maksimum ke negara itu.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan, sanksi bertujuan untuk merampas pendapatan rezim Iran yang akan digunakan untuk menyebarkan ancaman dan kehancuran ke seluruh dunia.

"Tujuan utama kami adalah memaksa Iran agar secara permanen meninggalkan aktivitas kejahatannya yang terdokumentasi dengan baik dan dapat bertindak seperti sebuah negara yang normal," kata Pompeo.

Baca juga: AS Bebaskan Delapan Negara untuk Tetap Impor Minyak dari Iran

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sydney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sydney selama 19 Jam

Internasional
Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X