Bisnis Menggiurkan di Balik Tren Perempuan Rusia Lahirkan Bayi di AS - Kompas.com

Bisnis Menggiurkan di Balik Tren Perempuan Rusia Lahirkan Bayi di AS

Kompas.com - 03/11/2018, 21:30 WIB
Ilustrasi perempuan hamil.THINKSTOCKPHOTOS Ilustrasi perempuan hamil.

MOSKWA, KOMPAS.com - Setiap tahun, ribuan perempuan Rusia terbang ke Amerika Serikat untuk melahirkan agar anaknya mendapat kewarganegaraan.

Ini bisnis menggiurkan bagi agen- agen perjalanan Rusia, yang menawarkan paket "all in".

Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menyatakan, dia ingin mengganti sistem kewarganegaraan di negaranya.

Dengan begitu, tidak semua bayi yang lahir di sana secara otomatis mendapatkan kewarganegaraan.

Baca juga: Trik Nyaman dan Pede Pakai Denim Ibu Hamil Seperti Meghan

AS memang menganut prinsip kewarganegaraan "ius soli", artinya prinsip tempat kelahiran.

Berbeda dengan kebanyakan negara dunia, yang menerapkan prinsip "ius sanguinis", artinya prinsip keturunan.

Sebagai perekonomian terbesar dunia, kewarganegaraan AS menjadi sesuatu yang istimewa, tidak hanya bagi warga di negara berkembang.

Bagi orangtua yang ingin memperbaiki nasib anaknya, mereka mencari cara bagaimana anaknya bisa dilahirkan di AS. Tren ini belakangan makin marak, terutama di China dan Rusia.

Pantai Miami, Florida, AS.Telegraph Pantai Miami, Florida, AS.
Selama bertahun-tahun, agenperjalanan Rusia mencari perempuan-perempuan kaya dari Rusia untuk melahirkan di Florida.

Bukan karena cuaca Florida yang nyaman dan pantai-pantainya yang terkenal, melainkan karena setiap anak yang lahir di AS otomatis mendapatkan kewarganegaraan.

Pariwisata melahirkan ini sudah berkembang di Rusia sejak bertahun-tahun.

Baca juga: 5 Bangunan di Rusia Ini Gunakan Pesawat sebagai Hiasan

Video-video promosi yang beredar di internet mengklaim bahwa setiap hari ada sampai 8 ibu hamil Rusia yang berangkat ke AS untuk melahirkan di sana.

Lebih dari 10 agen perjalanan secara khusus bergerak di bisnis kelahiran itu di Moskwa.

Anton Yatchmenev bekerja untuk agen perjalanan Miami Care, yang dari namanya sudah jelas publik sasaran mereka.

Sekarang Miami Care memiliki 10 karyawan, terdiri dari pengacara, dokter, penerjemah dan konsultan yang berbasis di Miami.

Anton Yatchmenev bertugas di Moskwa, menasihati pasangan suami-istri yang ingin melahirkan di Miami.

Bisnis menggiurkan

"Kami menawarkan seluruh layanan, khusus disesuaikan dengan keinginan pelanggan dan kemampuan keuangan mereka," kata Yatchmenev.

Dia mengatakan, bidang kerjanya adalah bagian dari pariwisata global dan bisnis ini sangat menguntungkan - terutama sejak 2016.

Saat itu ketika perekonomian Rusia membaik dan makin banyak keluarga yang bisa membayar biaya melahirkan di AS.

Setiap tahun, Miami Care mengirim sampai 200 calon ibu Rusia ke Florida. Pelanggan bisa memesan paket lengkap yang mencakup semua masalah logistik, akomodasi, konseling medis, bantuan hukum dan jasa penerjemahan.

Tapi Yatchmenev mengakui, layanan perusahaannya tidak murah, bisa mencapai 30.000 dollar AS atau Rp 448,6 juta untuk satu kelahiran.

Baca juga: Pergi ke Supermarket, Wanita Rusia Melahirkan di Dekat Meja Kasir

"Berapa banyak orang Rusia yang mampu menghabiskan 30.000 dolar AS dalam tiga bulan," katanya.

Menurutnya, lebih dari setengah pelanggan mereka berasal dari Moskwa, dan sisanya terutama datang dari Rusia utara, dari kawasan bisnis minyak dan gas.

Hingga kini tidak ada catatan resmi tentang berapa banyak anak yang dilahirkan para ibu Rusia di AS.

Pusat Studi Migrasi di New York (CMS) memperkirakan, setiap tahun ada 36.000 ibu warga asing yang datang untuk melahirkan anak di AS.


Terkini Lainnya

Mayat Tanpa Identitas dan Membusuk Ditemukan di Pinggir Rel Cilebut

Mayat Tanpa Identitas dan Membusuk Ditemukan di Pinggir Rel Cilebut

Megapolitan
Didatangi Tengah Malam, Ini Curhat Nelayan Tambaklorok Semarang ke Jokowi

Didatangi Tengah Malam, Ini Curhat Nelayan Tambaklorok Semarang ke Jokowi

Regional
Menteri Agraria dan Tata Ruang Targetkan PTSL di Jakarta Selesai Tahun Ini

Menteri Agraria dan Tata Ruang Targetkan PTSL di Jakarta Selesai Tahun Ini

Megapolitan
Jokowi dan Prabowo Dinilai Belum Paham Subtansi Reforma Agraria

Jokowi dan Prabowo Dinilai Belum Paham Subtansi Reforma Agraria

Nasional
Sandiaga Sebut Banyaknya Pendukung Kedua Paslon Ganggu Penonton Debat

Sandiaga Sebut Banyaknya Pendukung Kedua Paslon Ganggu Penonton Debat

Nasional
Senat Bakal Selidiki Isu Rencana Lengserkan Trump dengan Amendemen 25

Senat Bakal Selidiki Isu Rencana Lengserkan Trump dengan Amendemen 25

Internasional
Alexandra dan Calder, Bayi Kembar dengan Ayah yang Berbeda

Alexandra dan Calder, Bayi Kembar dengan Ayah yang Berbeda

Internasional
Kisah Wahyu Selamatkan Tiga Siswa di Pantai Manakarra, Tuna Wicara hingga Putus Sekolah karena Sering Diejek

Kisah Wahyu Selamatkan Tiga Siswa di Pantai Manakarra, Tuna Wicara hingga Putus Sekolah karena Sering Diejek

Regional
Tak Ada Sanksi Hukum jika Capres Serang Pribadi Lawan dalam Debat

Tak Ada Sanksi Hukum jika Capres Serang Pribadi Lawan dalam Debat

Nasional
Timses: Tanya soal Unicorn, Bukan Berarti Pak Prabowo Tak Tahu

Timses: Tanya soal Unicorn, Bukan Berarti Pak Prabowo Tak Tahu

Nasional
Polres Garut Bekuk 2 Pembunuh Sadis Sopir Mobil Rental

Polres Garut Bekuk 2 Pembunuh Sadis Sopir Mobil Rental

Regional
2.580 Personil TNI/Polri Disiagakan Saat Pertandingan Persib Kontra Arema

2.580 Personil TNI/Polri Disiagakan Saat Pertandingan Persib Kontra Arema

Regional
Begal Spesialis Jalintim Sumatera Dilumpuhkan dengan 4 Tembakan

Begal Spesialis Jalintim Sumatera Dilumpuhkan dengan 4 Tembakan

Regional
Mesin Notula, Mentranskrip Semua Dialog dalam Debat Pilpres 2019

Mesin Notula, Mentranskrip Semua Dialog dalam Debat Pilpres 2019

Nasional
Dokter Masukkan Balon Berisi Gas ke Anus Pasien dan Meledak

Dokter Masukkan Balon Berisi Gas ke Anus Pasien dan Meledak

Internasional

Close Ads X