Kompas.com - 03/11/2018, 15:56 WIB
Jurnalis lepas asak Jepang, Jumpei Yasuda, yang dibebaskan dari Suriah pada Oktober 2018 setelah lebih dari tiga tahun disekap ekstremis Suriah, membungkuk pada konferensi pers di Japan National Press Club di Tokyo pada Jumat (2/11/2018). (AFP/Toshifumi Kitamura) Jurnalis lepas asak Jepang, Jumpei Yasuda, yang dibebaskan dari Suriah pada Oktober 2018 setelah lebih dari tiga tahun disekap ekstremis Suriah, membungkuk pada konferensi pers di Japan National Press Club di Tokyo pada Jumat (2/11/2018). (AFP/Toshifumi Kitamura)

TOKYO, KOMPAS.com - Jepang memang terkenal dengan budaya masyarakatnya yang selalu membungkuk ketika berjumpa dengan orang yang dihormati, atau pun saat mengungkapkan penyelasan.

Tak terkecuali jurnalis Jumpei Yasuda. Dia berhasil pulang ke rumahnya di Jepang setelah tiga tahun hidup dalam penyekapan oleh kelompok ekstremis Suriah.

Pada Jumat (2/11/2018), dia membungkukkan badan dan menyampaikan ungkapan minta maaf di depan pemerintah atas penculikan yang dialaminya.

Baca juga: Selama Disekap Ekstremis Suriah, Jurnalis Jepang Dilarang Gaduh dan Bergerak

Melansir CTV News, dia mengaku membuat kecerobohan saat hendak meliput zona konflik.

Yasuda pergi ke Suriah pada Juni 2015 untuk mengetahui bagaimana konflik memengaruhi kehidupan masyarakat, termasuk perempuan, anak-anak, dan tentara.

Dia juga mengaku salah mengambil keputusan ketika pemandunya mengubah rencana. Yasuda memilih untuk mengikuti pemandu lain yang tidak dikenalnya.

Mereka justru menangkapnya dan memasukkannya ke mobil, kemudian mengurungnya di sebuah rumah.

"Saya memilih jalan yang salah. Itu merupakan kesalahan memalukan tanpa pikir panjang," ucapnya.

"Kepada semua orang yang membantu membebaskan saya dan mereka yang mengkhawatirkan saya, saya sangat minta maaf dan mengucapkan terima kasih yang tulus," tuturnya.

Dia membungkuk begitu dalam sambil terus berterima kasih dan mengungkapkan penyesalan.

Halaman:


Sumber AFP,CTV News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X