Erdogan Salahkan Pemerintah Saudi atas Pembunuhan Khashoggi

Kompas.com - 03/11/2018, 11:34 WIB
Anggota Asosiasi HAM (IHD) memegang foto Jamal Khashoggi  dalam unjuk rasa di depan kantor Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.AFP/BULENT KILIC Anggota Asosiasi HAM (IHD) memegang foto Jamal Khashoggi dalam unjuk rasa di depan kantor Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

ISTANBUL, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk pertama kalinya menuduh secara langsung pemerintah Arab Saudi bertanggung jawab atas pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi.

"Kami tahu bahwa perintah untuk membunuh Khashoggi berasal dari leevel tertinggi pemerintah Saudi," tulisnya dalam sebuah artikel di Washington Post.

Namun, sambil menekankan hubungan persahabatan Turki dengan Arab Saudi, Erdogan mengaku tidak yakin Raja Salman terlibat.

Seperti diketahui, Khashoggi dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Baca juga: Jenazah Jamal Khashoggi Dimutilasi agar Lebih Mudah Dilenyapkan

Pembunuhan itu awalnya ditutupi oleh para pejabat Saudi dan menyebabkan krisis diplomatik antara Saudi dan sekutunya.

Lalu, Saudi sudah menangkap 18 tersangka yang pross hukumnya digelar du Saudi. Namun, Turki ingin mereka diekstradisi.

"Kami tahu, para pelaku termasuk di antara 18 tersangka yang ditahan di Arab Saudi," tulisnya di Washington Post.

Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi.AFP/MOHAMMED AL-SHAIKH Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi.
"Kami juga tahu, orang-orang itu datang untuk melaksanakan perintah, yaitu bunuh Khashoggi dan pergi," lanjut Erdogan

Akhirnya, kami tahu bahwa perintah untuk membunuh Khashoggi berasal dari tingkat tertinggi pemerintah Saudi," imbuhnya.

Dia menyerukan agar dalang dari pembunuhan Khashoggi untuk diungkap.

"Tidak ada yang boleh melakukan tindakan semacam itu di tanah sekutu NATO lagi," katanya.

"Jika ada yang memilih untuk mengabaikan peringatan tersebut, mereka akan menghadapi konsekuensi berat," tutur Erdogan.

Dia mengeluh tidak ada tindakan yang diambil terhadap Konsul Jenderal Saudi, yang telah meninggalkan Turki.

Baca juga: Kepada AS Pangeran MBS Sebut Jamal Khashoggi Orang Berbahaya

Pria berusia 64 tahun itu menuduh jaksa Saudi gagal bekerja sama dalam penyelidikan dan bahkan menjawab pertanyaan sederhana.

Sebelumnya, para penyelidik Turki meyakini wartawan yang tinggal di pengasingan ini dicekik segera setelah masuk ke gedung konsulat Saudi di Istanbul, untuk mengurus dokumen rencana pernikahan.

Hingga kini, jenazah Khashoggi belum ditemukan. Pembantu Presiden Erdogan, Yasin Aktay, meyakini pria itu dilarutkan dalam asam setelah dimutilasi.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Bobol Atap, Bos Mafia Italia Rocco Morabito Kabur dari Penjara di Uruguay

Bobol Atap, Bos Mafia Italia Rocco Morabito Kabur dari Penjara di Uruguay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Manusia Pohon | Penampakan UFO Pertama

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Manusia Pohon | Penampakan UFO Pertama

Internasional
Insiden Bangunan Runtuh di Kamboja, 2 Orang Selamat dari Reruntuhan

Insiden Bangunan Runtuh di Kamboja, 2 Orang Selamat dari Reruntuhan

Internasional
Sedang Menjalankan Misi, 2 Jet Tempur Eurofighter Jerman Bertabrakan di Udara

Sedang Menjalankan Misi, 2 Jet Tempur Eurofighter Jerman Bertabrakan di Udara

Internasional
Terduga Otak Upaya Kudeta Etiopia Ditembak Mati

Terduga Otak Upaya Kudeta Etiopia Ditembak Mati

Internasional
'Manusia Pohon' Bangladesh Ini Ingin Tangannya Diamputasi agar Terbebas dari Sakit

"Manusia Pohon" Bangladesh Ini Ingin Tangannya Diamputasi agar Terbebas dari Sakit

Internasional
Keok Dua Kali di Istanbul, Pesona dan Pengaruh Erdogan Memudar?

Keok Dua Kali di Istanbul, Pesona dan Pengaruh Erdogan Memudar?

Internasional
Bahas Krisis Iran, Menlu AS ke Saudi Bertemu Raja Salman

Bahas Krisis Iran, Menlu AS ke Saudi Bertemu Raja Salman

Internasional
Baru 2 Minggu Bekerja, Karyawan Pabrik Sosis Ini Tewas Tersedot Mesin Pencampur Daging

Baru 2 Minggu Bekerja, Karyawan Pabrik Sosis Ini Tewas Tersedot Mesin Pencampur Daging

Internasional
Laporan Pertama hingga Inspirasi Film, Fakta Unik Penampakan UFO

Laporan Pertama hingga Inspirasi Film, Fakta Unik Penampakan UFO

Internasional
Mahathir: Saya Tak Akan Menjabat Jadi PM Malaysia Lebih dari 3 Tahun

Mahathir: Saya Tak Akan Menjabat Jadi PM Malaysia Lebih dari 3 Tahun

Internasional
Seekor Siput Kacaukan Sistem Kereta Api di Jepang Selatan

Seekor Siput Kacaukan Sistem Kereta Api di Jepang Selatan

Internasional
China Tak Akan Biarkan Isu Hong Kong Dibahas dalam KTT G20

China Tak Akan Biarkan Isu Hong Kong Dibahas dalam KTT G20

Internasional
Trump: Jika Terserah Penasihat Saya, Kami Bisa Perang dengan Seluruh Dunia

Trump: Jika Terserah Penasihat Saya, Kami Bisa Perang dengan Seluruh Dunia

Internasional
Ingin Gulingkan Pemerintah Vietnam, Pria AS Dihukum 12 Tahun Penjara

Ingin Gulingkan Pemerintah Vietnam, Pria AS Dihukum 12 Tahun Penjara

Internasional

Close Ads X