Ingin Cegah Korupsi, Duterte Tempatkan Militer di Pemerintahannya

Kompas.com - 02/11/2018, 13:00 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte tiba Jerusalem untuk mengawali kunjungan resminya ke Israel, Minggu (2/9/2018). AFP/MENAHEM KAHANAPresiden Filipina Rodrigo Duterte tiba Jerusalem untuk mengawali kunjungan resminya ke Israel, Minggu (2/9/2018).

MANILA, KOMPAS.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengakui telah melakukan militerisasi di dalam pemerintahannya.

Langkah tersebut dikatakan Duterte merupakan bentuk pencegahan akan mulai berkembangnya tindak korupsi di jajarannya.

Baca juga: Gagal Cegat Pengiriman Narkoba, Duterte Pecat Kepala Bea Cukainya

Diwartakan Philstar Jumat (2/11/2018), kalangan oposisi mengkritik keputusan Duterte menempatkan militer untuk mengisi posisi sebagai direktur bea cukai.

Rey Guerrero yang sebelumnya merupakan Kepala Otoritas Industri Maritim menggantikan Isidro Lapena karena dianggap kebobolan dalam kasus narkoba.

Oposisi menyatakan penunjukkan itu bakal membuat birokrasi di sana menjadi rapuh karena si pengganti dianggap tak cocok.

Namun Digong, panggilan akrab Duterte, menganggap keputusan itu merupakan langkah tepat karena menganggap militer bakal mematuhi perintah.

"Sebagai presiden, saya tidak akan sekadar duduk diam sementara kalian melakukan korupsi dan membuat pemerintahan saya tak berguna," tegas Duterte.

Dia menuturkan hanya ada beberapa pejabat pemerintahan dari kalangan sipil karena menganggap sipil terlalu mempertanyakan perintah mereka ke atasannya.

Presiden berusia 73 tahun itu berujar tentara terbiasa bekerja dalam kondisi sulit, dan bakal menampilkan hasil terbaik di tengah risiko yang dihadapi.

Duterte yang berkuasa sejak 2016 itu mengaku tidak ingin ketika masa jabatannya habis, dia meninggalkan warisan negatif.

Juru bicara kepresidenan Salvador Panelo menyatakan militer bakal tetap berada di bea cukai sepanjang dibutuhkan dan sejauh ini, Duterte puas segalanya mulai teratur.

Menteri Perdagangan dan Industri Ramon Lopez mendukung kebijakan berjuluk The Punisher yang menempatkan militer di kalangan sipil.

"Saya percaya militer bakal membantu penegakan aturan di sana dan mengurangi budaya korupsi yang telah mengakar," ujar Lopez.

Baca juga: Duterte: Saya Tidak Takut pada Kematian

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X