Kompas.com - 02/11/2018, 09:32 WIB

TEL AVIV, KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan meminta pemerintah Amerika Serikat untuk tidak menghentikan dukungan kepada Putra Mahkota Arab Saudi, meski kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi menuai banyak kecaman.

Demikian laporan Washington Post, Kamis (1/11/2018), seperti dikutip oleh The Times of Israel.

Berbicara kepada pejabat senior pemerintahan Presiden AS Donald Trump, Netanyahu mengatakan Pangeran Mohammed bin Salman merupakan mitra kunci strategis dan penting untuk melawan Iran.

Baca juga: Presiden Baru Brasil Ingin Pindah Kedubes untuk Israel ke Yerusalem

"Apa yang terjadi dengan pembunuhan Khashoggi memang menjadi persoalan," ungkap seorang pejabat Israel kepada Channel 10.

"Tapi kita punya kepentingan substansial dengan Arab Saudi, Kita harus memastikan stabilitas (di Arab Saudi)," katanya.

"Bayangkan apa yang terjadi jika Saudi tidak stabil, itu akan berpengaruh ke seluruh kawasan," imbuhnya.

Melansir The Telegraph, Netanyahu dan Gedung Putih sama-sama mempertimbangkan Pangeran Mohammed sebagai sekutu yang akan memimpin negara Arab mendukung rencana AS untuk perdamaian Israel dan Palestina.

Hubungan Israel dengan Saudi dan negara kawasan Teluk lainnya telah menghangat dalam beberapa tahun terakhir.

Pada pekan lalu, Netanyahu mengunjungi Oman dan dua menteri Israel melakukan perjalanan ke Uni Emirat Arab.

Terkait dengan pembunuhan Khashoggi, penyelidik Turki terus mencari jasad Khashoggi.

Baca juga: Demi Melawan Iran, Relasi Israel dan Negara Teluk Semakin Mesra

Pria tersebut diyakini dicekik segera setelah dia masuk ke gedung konsulat Saudi di Istanbul.

Kemudian tubuhnya dimutilasi dan dihancurkan sebagai bagian yang telah direncanakan.

Pejabat Turki anonim sebelumnya mengatakan, pihaknya memiliki bukti audio dan visual untuk membuktikan pernyataan mereka terhadap kematian sang jurnalis. Namun, bukti-bukti tersebut belum ada yang dirilis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.