Kompas.com - 01/11/2018, 23:13 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Koalisi pimpinan Amerika Serikat yang selama ini melawan kelompok teroris ISIS, tengah berupaya untuk menurunkan ketegangan dan konflik antara Turki dengan kelompok Kurdi di Suriah.

"Kami telah menjalin komunikasi dengan Turki dan juga SDF (Pasukan Demokratik Suriah) untuk menurunkan ketegangan," kata juru bicara koalisi AS, Sean Ryan dalam akun Twitter-nya, Kamis (1/11/2018).

Pernyataan koalisi itu muncul sehari setelah aliansi yang didukung AS, dengan gabungan antara pejuang Kurdi dengan Arab, menghentikan serangan terhadap ISIS di Suriah timur, setelah Turki melancarkan serangan di lokasi mereka berada.

Baca juga: 900 Anggota ISIS Ditahan di Penjara Pasukan Kurdi Suriah

Departemen Luar Negeri AS segera menanggapi dengan menyatakan keprihatinan atas serangan yang dilancarkan terhadap Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) di Suriah yang menjadi tulang punggung SDF.

YPG diketahui telah bekerja sama dengan AS dalam pertempuran melawan ISIS di Suriah, menegangkan hubungan antara kedua sekutu NATO, Washington dan Ankara.

Pasalnya, Turki memandang YPG sebagai bagian dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang telah melancarkan pemberontakan mematikan di Turki sejak 1984 dan menetapkan kelompok tersebut sebagai teroris.

Sebelumnya, pada Selasa (30/10/2018), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa pihaknya telah siap untuk melancarkan serangan baru terhadap YPG.

Dan setelah serangan yang dilancarkan Turki pada Rabu (31/10/2018), SDF memperingatkan bakal menghentikan misi militernya melawan ISIS apabila Ankara terus melakukan serangan.

Juru bicara SDF, Kino Gabriel mengatakan kepada AFP, operasi anti-ISIS di Suriah sementara telah ditangguhkan, namun pasukan aliansi akan masih memegang kedudukan mereka di negara itu.

"Operasi militer ofensif telah dihentikan, operasi pertahanan berlanjut dan pasukan kami mengkonsolidasikan posisi mereka secara defensif," ujar Gabriel.

Baca juga: Kelompok Kurdi Suriah Siap Berdialog dengan Rezim Assad

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.