Presiden Korsel: Kim Jong Un Mungkin Bakal Kunjungi Rusia

Kompas.com - 01/11/2018, 22:41 WIB
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. (AFP/Jung Yeon-je) Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. (AFP/Jung Yeon-je)

SEOUL, KOMPAS.com - Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menyampaikan bahwa Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kemungkinan akan melakukan kunjungan ke Rusia.

Pernyataan Moon datang pada Kamis (1/11/2018), di tengah situasi ketegangan diplomatik yang mulai mencair antara kedua negara di wilayah Semenanjung Korea.

"Tampaknya kunjungan Ketua Kim ke Rusia dan kunjunjgan ke Korea Utara oleh Presiden (China) Xi Jinping akan segera terjadi," ujar Presiden Moon.

Moon, dalam kesempatan yang sama, juga menyampaikan bahwa ada kemungkinan pertemuan Kim dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Selain ke Rusia, Moon menyebutkan bahwa Ketua Kim akan segera berkunjung ke Seoul, Korea Selatan.

Baca juga: Dennis Rodman Tak Tahu Bakal Bertemu Kim Jong Un saat Pertama ke Korea Utara

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan kembali hasil pertemuan ketiga antara Moon dan Kim di Pyongyang pada September lalu, yang salah satunya menyebutkan bahwa pemimpin Korut itu akan mengunjungi Seoul dalam waktu dekat, meski tanpa memberikan tanggal tertentu.

Presiden Moon lantas mengisyaratkan bahwa kunjungan oleh Kim Jong Un ke Korea Selatan dimungkinkan terjadi dalam tahun ini, sembari menyampaikan bahwa semenanjung tengah mendekati garis awal bersejarah menuju perdamaian.

" Kunjungan kembali ketua Kim Jong Un ke Seoul akan segera terjadi," kata Moon.

Meski demikian Moon tidak memberikan rincian lebih lanjut akan rencana sejumlah agenda kunjungan dan pertemuan tersebut. Demikian diberitakan AFP.

Sebelumnya pada pekan lalu, antara dua Korea telah menyepakati untuk menghapus senjata dari zona demiliterisasi, Panmunjom, termasuk menarik petugas di pos perbatasan.

Situasi dan hubungan diplomatik antara dua Korea telah semakin membaik pada tahun ini.

Antara Korea Utara dengan Selatan sempat terjadi peperangan pada 1950-1953. Peperangan selama tiga tahun tersebut berhenti dengan kesepakatan genjatan senjata dan belum dengan perjanjian damai, sehingga secara teknis kedua negara masih berperang.

Namun di bawah pakta yang ditandatangani oleh para menteri pertahanan dua Korea, semua kegiatan permusuhan di sepanjang perbatasan akan berhenti sejak 1 November, termasuk latihan militer di darat, laut, maupun udara.

Baca juga: Presiden Mongolia Undang Kim Jong Un untuk Kunjungi Ulan Bator



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X