Tunangan Sebut Jamal Khashoggi Sempat Tak Ingin Masuk Konsulat Saudi

Kompas.com - 01/11/2018, 14:40 WIB
Para pengunjuk rasa berdandan seperti Pangeran Mohammed bin Salman dan Presiden AS Donald Trump beraksi di luar Gedung Putih, Jumat (19/10/2018), menuntut keadilan untuk jurnalis Jamal Khashoggi. AFP/JIM WATSONPara pengunjuk rasa berdandan seperti Pangeran Mohammed bin Salman dan Presiden AS Donald Trump beraksi di luar Gedung Putih, Jumat (19/10/2018), menuntut keadilan untuk jurnalis Jamal Khashoggi.

ANKARA, KOMPAS.com - Tunangan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi mengungkapkan, Khashoggi sempat tak ingin memasuki gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Hatice Cengiz mengatakannya dalam wawancara dengan ABC News, sebagaimana diwartakan oleh Daily Mirror Rabu (31/10/2018).

Baca juga: Turki: Khashoggi Langsung Dicekik dan Dimutilasi Setelah Masuk Konsulat

Hatice menuturkan, Khashoggi awalnya mengatakan dia tidak ingin masuk ke dalam gedung konsulat karena menganggap tindakan itu berisiko.

"Dia berpikir mereka bakal menangkapnya. Jamal berujar dia tidak ingin menanggung akibat dari pandangan politiknya," tutur Cengiz.

Dia melanjutkan, Khashoggi kemudian melakukan kunjungan ke konsulat pada 28 September, dan takjub dengan keramahan yang ditunjukkan.

"Dia memberi tahu saya kekhawatirannya selama ini tak beralasan," ungkap Cengiz. Karena itu di 2 Oktober, Khashoggi kembali mengunjungi konsulat.

Namun, kali ini dia tak keluar dari gedung. Cengiz kemudian melapor kepada otoritas Turki. Saudi awalnya bersikukuh Khashoggi telah keluar.

Namun, sumber dari penyelidik Turki menyatakan jurnalis berusia 59 tahun itu dibunuh dan jenazahnya dimutilasi oleh 15 orang.

Riyadh akhirnya memberikan keterangan Khashoggi tewas dalam sebuah pertikaian, sebelum mengubahnya bahwa dia merupakan korban pembunuhan berencana.

Ketua Jaksa Turki Irfan Fidan menyatakan Khashoggi langsung dicekik segera setelah dia memasuki gedung sesuai dengan yang direncanakan.

Fidan mengatakannya setelah dia menggelar pertemuan dengan Jaksa Agung Saudi Sheikh Saud al-Mojeb untuk membahas perkembangan kasus Khashoggi.

"Tubuh korban dipotong-potong dan dihancurkan menyusul kematiannya karena dicekik, yang lagi-lagi, sesuai dengan rencana awal," imbuhnya.

Baca juga: Jaksa Saudi Tolak Bagikan Informasi ke Turki soal Pembunuhan Khashoggi

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Internasional
Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X