Kasus Khashoggi Bikin Adik Raja Salman di Inggris Balik ke Saudi

Kompas.com - 01/11/2018, 09:34 WIB
Massa demonstran menuntut pembebasan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi yang dikabarkan hilang sejak memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul pada Selasa (2/10/2018). AFP / OZAN KOSEMassa demonstran menuntut pembebasan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi yang dikabarkan hilang sejak memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul pada Selasa (2/10/2018).

RIYADH, KOMPAS.com - Seorang pangeran Arab Saudi yang sempat menuai kontroversi karena mengkritisi Raja Salman dan Putra Mahkota kembali ke negaranya, di tengah krisis atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Diwartakan AFP, Rabu (31/10/2018), pulangnya adik Raja Salman, Pangeran Ahmed bin Abdulaziz al-Saud, ke negaranya memicu spekulasi kemungkinan keluarga kerajaan untuk mencari dukungan atas berbagai kecaman dari global.

Otoritas Saudi belum mengomentari perihal alasan utama Pangeran Ahmed kembali ke Saudi, setelah menghabiskan waktu beberapa bulan di London, Inggris.

Ketika mendarat di Saudi pada Selasa pagi, Pangeran Mohammed bin Salman menyambut langsung kedatangannya dengan hangat di bandara.


Baca juga: Jaksa Saudi Tolak Bagikan Informasi ke Turki soal Pembunuhan Khashoggi

The New Arab melaporkan, Pangeran Ahmed disebut kembali ke kerajaan dengan jaminan keamanan dari Amerika Serikat dan Inggris.

Seorang sumber anonim mengatakan kepada Middle East Eye, Pangeran Ahmed merupakan salah satu anggota kerajaan Saudi yang menyadari Pangeran Mohammed telah menjadi racun.

Sebagai anggota Allegiance Council, badan anggota kerajaan senior yang bertugas memilih pengganti putra mahkota, Pangeran Ahmed diduga menentang penunjukkan Pangeran Mohammed.

Bulan lalu, dia juga menarik perhatian ketika berbicara dengan pengunjuk rasa Yaman dan Bahrain yang berdemontrasi di luar rumahnya di London.

Dalam rekaman video, dia mengatakan pengunjuk rasa untuk berhenti menyalahkan kerajaan atas keterlibatan Saudi dalam perang Yaman, melainkan hanya Raja Salman dan putra mahkota.

"Apa yang keluarga lakukan? Hanya beberapa individu yang bertanggung jawab... raja dan putra mahkota," ucapnya.

Komentar itu dipandang sebagai pernyataan langka dari seorang anggota keluarga kerajaan. Namun, Pangeran Ahmed menilai video yang beredar salah interpretasi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Mengeluh Diejek soal Kumis

Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Mengeluh Diejek soal Kumis

Internasional
China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer dan 'Software' Buatan Asing

China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer dan "Software" Buatan Asing

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 13 Orang Diyakini Meninggal

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 13 Orang Diyakini Meninggal

Internasional
Angkut 38 Orang, Pesawat Militer Chile Hilang Saat Terbang ke Antartika

Angkut 38 Orang, Pesawat Militer Chile Hilang Saat Terbang ke Antartika

Internasional
Bertemu 4 Mata, Putin dan Presiden Ukraina Sepakat Gencatan Senjata

Bertemu 4 Mata, Putin dan Presiden Ukraina Sepakat Gencatan Senjata

Internasional
Korea Utara Sebut Trump 'Orang Tua yang Tak Sabaran'

Korea Utara Sebut Trump "Orang Tua yang Tak Sabaran"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Arab Saudi Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita | Sederet Reformasi Saudi

[POPULER INTERNASIONAL] Arab Saudi Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita | Sederet Reformasi Saudi

Internasional
Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X