Kompas.com - 31/10/2018, 19:52 WIB

MELBOURNE, KOMPAS.com - Seorang ayah di Australia dihukum 19 tahun penjara setelah membunuh putranya pada Desember 2017 lalu.

Dilaporkan Newsweek Rabu (31/10/2018), Peter John Smith menembak putranya Andrew menggunakan shotgun beberapa kali.

Baca juga: Cari Siswa SD yang Tenggelam di Cekdam, Warga Gelar Ritual Lempar Telur

Dalam dokumen persidangan, Andrew dibunuh karena Smith marah setelah anaknya yang berusia 30 tahun itu membuat telur omelet hingga gosong.

Pelaku yang berumur 70 tahun tersebut menyebut omelet yang gosong bisa membuat anjingnya sakit. "Kurang ajar. Kau tidak akan hidup," tuturnya.

Keduanya kemudian sempat berkelahi. Setelah makan malam, Smith mengambil shotgun laras ganda dan peluru sebelum kembali ke rumah.

"Aku bakal membunuh anak itu," begitulah ucapan Smith kepada istrinya. Dia membuka pintu kamar tidur Andrew dan menembaknya.

News.com.au memberitakan, Andrew tewas dengan luka tembak di dada dan punggung. Setelah melakukan aksinya, Smith meminta istrinya menelepon polisi.

"Mungkin, saya sedikit kelewatan," kata Smith di hadapan penyidik. Hakim Andrew Tinney berujar, Smith harus menghabiskan 14 tahun di penjara sebelum dapat bebas bersyarat.

Dalam keterangan vonisnya, Tinney menjelaskan perbuatan Smith menembak putranya yang tak bersenjata menggunakan shotgun laras ganda tak bisa dibenarkan.

"Kejahatan Anda tidak manusiawi dan mengejutkan. Saya tak bisa membayangkan dua anak Andrew bakal tumbuh tanpa mengetahui ayahnya," kecam Tinney.

Media Australia memberitakan Tinney sempat berpikir depresi yang menimpa Smith merupakan faktor utama dia tega membunuh putranya.

"Namun, Anda dengan sadar memutuskan untuk menembak putra Anda. Bahkan telah mempersiapkan langkahnya," beber Tinney.

Baca juga: Apakah Omelet Putih Telur Lebih Sehat?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Newsweek
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.